Tel Aviv: Dua maskapai komersial asal Israel meluncurkan penerbangan langsung mereka ke Maroko pada Minggu, 25 Juli 2021. Penerbangan langsung dibuka kurang dari satu tahun usai kedua negara menormalisasi hubungan.
Maskapai Israir meninggalkan Tel Aviv menuju Marrakech dengan membawa sekitar 100 turis Israel. Pesawat Israir terbang beberapa jam sebelum maskapai El Al mengerahkan penerbangan langsung perdananya ke tujuan yang sama.
El Al mengatakan bahwa pihaknya berencana mengoperasikan lima penerbangan langsung per pekan antara Israel dan Maroko.
"Kami berharap semakin banyak orang mengenal Maroko, sebuah negara istimewa yang memiliki akar warisan budaya Israel," tutur CEO El Al, Avigal Sorek, dilansir dari laman Outlook India.
Menteri Pariwisata Israel Yoel Razvozov mengatakan dua penerbangan langsung ini akan "membantu meningkatkan sektor pariwisata, perdagangan, dan ekonomi" antar kedua negara.
Israel dan Maroko sepakat menormalisasi hubungan bilateral di akhir 2020 sebagai bagian dari "Abraham Accords" yang dimediasi Amerika Serikat.
Baca: Maroko-Israel Sepakat Jalin Hubungan Diplomatik Secara Penuh
Maroko adalah satu dari empat negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel. Tiga negara lainnya adalah Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan.
Sebagai bagian dari perjanjian, AS sepakat mengakui klaim Maroko atas wilayah Sahara Barat. Namun pemerintahan AS di bawah Presiden Joe Biden mengaku akan mengkaji kembali keputusan tersebut.
Hingga kini, aneksasi Sahara Barat oleh Maroko di tahun 1975 belum diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan