Zionis berdalih bahwa penutupan itu dilakukan karena alasan keamanan terkait konfliknya dengan Iran.
Melansir Antara, Rabu, 11 Maret 2026, penutupan Masjid Al-Asqa yang terus berlanjut selama sepuluh hari terakhir Ramadan menjadi preseden berbahaya. Hal ini menandai pertama kalinya sejak pendudukan Yerusalem pada 1967 salat tarawih dan I'tikaf dilarang di dalam Masjid Al-Aqsa.
| Baca juga: RI Kecam Keras Menteri Israel yang Ingin Bangun Sinagoga di Masjid Al Aqsa |
Pemerintah Provinsi Yerusalem memperingatkan eskalasi hasutan berbahaya yang dipimpin organisasi ekstremis Bukit Bait Suci terhadap Masjid Al-Aqsa, di tengah penutupan yang sedang berlangsung.
Pihak Pemprov menekankan bahwa apa yang terjadi tidak dapat dianggap sebagai tindakan keamanan sementara, seperti yang diklaim otoritas penjajah, tetapi lebih merupakan agenda politik dan ideologis yang bertujuan untuk mengubah status quo keagamaan, sejarah, dan hukum yang ada di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News