Ilustrasi. medcom.id
Ilustrasi. medcom.id

Tiga Prajurit TNI Terluka Akibat Ledakan di Lebanon

Annisa ayu artanti • 04 April 2026 10:37
Ringkasnya gini..
  • Tiga prajurit TNI terluka akibat ledakan di Lebanon.
  • Dua korban mengalami luka serius dan dirawat di RS.
Jakarta: Tiga personel Indonesia yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan mengalami luka akibat ledakan di fasilitas PBB di wilayah Lebanon selatan.
 
Insiden tersebut terjadi di dekat El Adeisse pada Jumat sore dan menjadi sorotan karena kembali melibatkan prajurit Indonesia dalam situasi konflik di kawasan dekat El Adeisse.
 
"Sore ini, sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius," kata Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel dalam pernyataan yang disampaikan Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC) dilansir Antara, Sabtu, 4 April 2026.

Ketiga personel asal Indonesia tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
 
"Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut," kata Ardiel.
 
Ia menyebut pekan ini sebagai masa sulit bagi pasukan penjaga perdamaian di wilayah operasi UNIFIL.
 
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh korban segera pulih.
 
Baca juga: Banyak Kejanggalan, Ini Fakta-fakta Prajurit TNI Tewas di Lebanon 

UNIFIL mengingatkan semua pihak untuk memastikan keselamatan personel penjaga perdamaian dan menghindari aktivitas tempur di sekitar area operasi.
 
Insiden terbaru ini menambah duka bagi Indonesia yang sebelumnya kehilangan tiga personel di Lebanon.
 
Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret 2026.
 
Sehari kemudian, dua personel Indonesia lainnya, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal.
 
Hingga kini belum dipastikan siapa yang bertanggung jawab atas gugurnya ketiga anggota pasukan penjaga perdamaian tersebut.
 
Pada Kamis, PBB memastikan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan