Jakarta: Dua prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali gugur di Lebanon.
Peristiwa ini menjadi insiden kedua dalam 24 jam terakhir di tengah meningkatnya eskalasi serangan Israel terhadap Hizbullah. Berikut ini fakta-fakta dua prajurit TNI tewas di Lebanon:
Tewas saat menjalankan tugas pengawalan
Peristiwa terjadi saat personel Satgas TNI tengah menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung operasional UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan.
Penyebab insiden belum terungkap
Hingga kini, penyebab pasti insiden yang menewaskan prajurit tersebut masih belum diungkap. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Rico Ricardo Sirait mengatakan proses investigasi masih berlangsung.
“Hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Rico.
Baca Juga :
Prajurit TNI Tewas di Lebanon, Ini Respons Kemhan
Ledakan beruntun dalam dua hari
Insiden terbaru terjadi pada Senin (30/3), hanya sehari setelah prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat ledakan proyektil di sekitar area operasi UNIFIL. Dalam kejadian sebelumnya, tiga personel lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Korban bertambah dari banyak pihak
Pada hari yang sama, militer Lebanon melaporkan satu tentaranya tewas akibat serangan Israel di wilayah Tyre. Selain itu, sumber keamanan menyebut tiga anggota Hizbullah turut tewas dalam serangan di pinggiran selatan Beirut.
UNIFIL lakukan investigasi
UNIFIL menyatakan telah membuka penyelidikan untuk mengungkap penyebab insiden tersebut. Militer Israel juga disebut tengah melakukan investigasi guna memastikan keterkaitan peristiwa itu dengan aktivitas Hizbullah atau operasi militer mereka.
"Insiden ini tidak dapat diterima. Semua tindakan yang membahayakan penjaga perdamaian harus dihentikan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix.
Seruan gencatan senjata
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk penargetan terhadap pasukan penjaga perdamaian dan terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak internasional guna meredakan ketegangan.
PBB juga kembali menyerukan gencatan senjata segera untuk menghentikan eskalasi konflik yang kian meningkat di kawasan tersebut.
Jakarta: Dua prajurit
TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali gugur di
Lebanon.
Peristiwa ini menjadi insiden kedua dalam 24 jam terakhir di tengah meningkatnya eskalasi serangan Israel terhadap Hizbullah. Berikut ini fakta-fakta dua prajurit TNI tewas di Lebanon:
Tewas saat menjalankan tugas pengawalan
Peristiwa terjadi saat personel Satgas TNI tengah menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung operasional UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan.
Penyebab insiden belum terungkap
Hingga kini, penyebab pasti insiden yang menewaskan prajurit tersebut masih belum diungkap. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Rico Ricardo Sirait mengatakan proses investigasi masih berlangsung.
“Hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Rico.
Ledakan beruntun dalam dua hari
Insiden terbaru terjadi pada Senin (30/3), hanya sehari setelah prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat ledakan proyektil di sekitar area operasi UNIFIL. Dalam kejadian sebelumnya, tiga personel lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Korban bertambah dari banyak pihak
Pada hari yang sama, militer Lebanon melaporkan satu tentaranya tewas akibat serangan Israel di wilayah Tyre. Selain itu, sumber keamanan menyebut tiga anggota Hizbullah turut tewas dalam serangan di pinggiran selatan Beirut.
UNIFIL lakukan investigasi
UNIFIL menyatakan telah membuka penyelidikan untuk mengungkap penyebab insiden tersebut. Militer Israel juga disebut tengah melakukan investigasi guna memastikan keterkaitan peristiwa itu dengan aktivitas Hizbullah atau operasi militer mereka.
"Insiden ini tidak dapat diterima. Semua tindakan yang membahayakan penjaga perdamaian harus dihentikan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix.
Seruan gencatan senjata
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk penargetan terhadap pasukan penjaga perdamaian dan terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak internasional guna meredakan ketegangan.
PBB juga kembali menyerukan gencatan senjata segera untuk menghentikan eskalasi konflik yang kian meningkat di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)