Ali Reza Akbari, pria berkewarganegaraan ganda Iran-Inggris. (Tasnim)
Ali Reza Akbari, pria berkewarganegaraan ganda Iran-Inggris. (Tasnim)

Iran Eksekusi Mati Mantan Pejabat Kemenhan Berkewarganegaraan Inggris

Willy Haryono • 14 Januari 2023 16:10
Teheran: Iran mengeksekusi seorang warga negara ganda Iran-Inggris yang pernah memegang posisi tinggi di Kementerian Pertahanan negara itu. Eksekusi tetap dilakukan meski ada peringatan internasional untuk menghentikan hukuman matinya, yang semakin meningkatkan ketegangan Iran dengan Barat di tengah protes nasional yang sekarang mengguncang negara Republik Islam itu.
 
Hukuman gantung terhadap Ali Reza Akbari, sekutu dekat pejabat tinggi keamanan Ali Shamkhani, menunjukkan perebutan kekuasaan yang sedang berlangsung di dalam teokrasi Iran yang sedang berjuang menahan gelombang demonstrasi atas kematian perempuan bernama Mahsa Amini pada September 2022. Eksekusi ini juga mengingatkan kembali pada pembersihan massal militer yang terjadi tak lama usai Revolusi Islam Iran di tahun 1979.
 
Baca juga:  Iran Hukum Mati 3 Orang Lagi Terkait Aksi Protes Mahsa Amini

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eksekusi mati Akbari memicu kemarahan langsung dari Inggris, yang bersama dengan Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya telah memberikan sanksi kepada Iran atas reaksi Teheran terhadap protes kematian Mahsa Amini. Iran juga dikenai sanksi karena diduga memasok Rusia dengan pesawat nirawak (drone) tempur yang sekarang digunakan Ukraina.
 
"Ini adalah tindakan tidak berperasaan dan pengecut, yang dilakukan rezim barbar yang tidak menghormati hak asasi rakyatnya sendiri," kata Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, melansir dari laman Los Angeles Times, Sabtu, 14 Januari 2023.
 
Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly memanggil charge d’affaires Iran di London dan secara terpisah memperingatkan bahwa eksekusi terhadap Akbari tidak akan dibiarkan begitu saja.
 
Kantor berita Mizan, terafiliasi dengan peradilan negara Iran, mengumumkan hukuman gantung terhadap Akbari tanpa mengatakan kapan itu terjadi. Ada desas-desus bahwa ia telah dieksekusi beberapa hari sebelumnya.
 
Iran menuduh, tanpa memberikan bukti, bahwa Akbari berperan sebagai sumber untuk Badan Intelijen Rahasia Inggris, yang dikenal sebagai MI6. Pernyataan panjang yang dikeluarkan pengadilan Iran mengklaim Akbari menerima uang dalam jumlah besar, mendapat status kewarganegaraan Inggris, dan bantuan lain di London untuk memberikan informasi kepada dinas intelijen.
 
Namun, Iran sejak lama melayangkan tuduhan spionase kepada warga mereka yang bepergian ke luar negeri atau memiliki hubungan dekat dengan Barat. Iran biasa menjadikan warga semacam ini sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi.
 
Akbari, yang menjalankan kelompok think tank swasta, diyakini telah ditangkap pada 2019. Tetapi rincian kasusnya baru muncul dalam beberapa pekan terakhir.
 
Mereka yang dituduh melakukan spionase dan kejahatan lain yang berkaitan dengan keamanan nasional di Iran biasanya diadili secara tertutup, di mana kelompok HAM mengatakan mereka tidak memilih pengacara mereka sendiri dan tidak diizinkan melihat bukti yang memberatkan mereka.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif