Bendera Iran. Foto: Unplash/Akbar Nemati
Bendera Iran. Foto: Unplash/Akbar Nemati

Kapan Perang Berakhir? Begini Kata Pemerintah Iran

Annisa ayu artanti • 04 Maret 2026 11:15
Ringkasnya gini..
  • Iran menyatakan perang berakhir jika agresi terhadap negaranya dihentikan.
  • Hampir 800 orang tewas dalam serangan besar AS-Israel ke Iran.
  • Iran luncurkan 15 gelombang serangan balasan ke Israel dan aset AS.
Teheran: Iran mengatakan pada Selasa bahwa perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan berakhir “ketika agresi berhenti”.
 
Melansir Antara, Rabu, 4 Maret 2026, saar berbicara kepada para wartawan di sebuah sekolah dasar yang terkena serangan AS-Israel di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan perang tersebut tidak dimulai oleh Iran, yang memilih diplomasi.
 
AS dan Israel meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan para pejabat tinggi militer, menurut data Iran.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah AS dan Iran menggelar putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung dengan mediasi Oman.
 
Baca juga: Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Bahrain hingga Kedubes di Riyadh

Pertentangan perundingan dengan AS

Lebih lanjut, Baghaei mengatakan banyak orang di dalam Iran menentang perundingan dengan AS, mengingat pengalaman sebelumnya ketika Israel dan AS menyerang negara tersebut pada Juni lalu.
 
Juru bicara itu menyerukan Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk campur tangan sebelum perang meluas ke tempat lain.
 
"Iran telah bersumpah untuk bertempur dengan seluruh kekuatan kami dalam pertempuran ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa perhatian utama saat ini difokuskan pada mempertahankan negara dari serangan.
 
“Kami telah menerima banyak pesan yang saling bertentangan dan menyesatkan selama satu setengah tahun terakhir. Sekarang adalah waktu untuk berperang dan membela tanah air. Apa pun yang mengalihkan perhatian kami harus disingkirkan,” ucapnya lagi.
 
Baghaei turut menggarisbawahi bahwa Iran berulang kali memperingatkan tentang sikap tidak bertindak dan acuh tak acuh komunitas internasional terhadap pelanggaran hukum.
 
Dirinya menyampaikan bahwa dunia menyaksikan genosida dan tidak mengambil tindakan, dunia juga melihat agresi terhadap negara-negara tetangga dan tidak memberi tanggapan.
 
“Kami telah berulang kali berseru dan memperingatkan bahwa jika dunia terutama negara-negara yang mengklaim menjunjung tinggi supremasi hukum dan telah memainkan peran mendasar dalam membentuk sistem norma internasional serta Piagam PBB tidak bertindak, api pelanggaran hukum dan pemberontakan akan melanda semua negara,” ujarnya.
 
Sejauh ini Iran telah meluncurkan 15 gelombang serangan rudal dan drone ke Israel serta aset-aset AS di kawasan, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi. Banyak dari negara-negara tersebut mengecam serangan Iran sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan