Serangan tersebut menyasar pangkalan militer AS di Bahrain serta Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi.
Eskalasi ini memicu kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan. Pemerintah AS dilaporkan memerintahkan evakuasi staf diplomatik dari sejumlah negara tetangga sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan lanjutan.
Kerahkan 20 drone dan 3 rudal
Berdasarkan laporan resmi IRGC yang dikutip dari Al Jazeera, operasi militer tersebut melibatkan sedikitnya 20 pesawat nirawak (drone) dan tiga rudal balistik. Target utama adalah pusat komando dan markas utama pangkalan militer AS di Bahrain.
| Baca juga: Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia, dari Eropa hingga Asia |
"IRGC mengerahkan 20 drone dan tiga rudal yang menghancurkan pusat komando dan markas utama pangkalan militer AS dan membakarnya," tulis pernyataan resmi IRGC pada Selasa (3/3).
Serangan ini menjadi eskalasi terbaru dalam ketegangan antara Teheran dan instalasi militer AS di kawasan. Pihak Iran mengklaim operasi tersebut berhasil mencapai target strategis yang telah ditetapkan.
Kedubes AS di Riyadh jadi target
Selain pangkalan militer, fasilitas diplomatik AS turut menjadi sasaran. Kedutaan Besar AS di Riyadh dilaporkan diserang dua drone. Insiden itu memaksa operasional misi diplomatik AS dihentikan sementara.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyampaikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Berdasarkan penilaian awal, serangan memicu dampak fisik pada kompleks gedung diplomatik.
"Kedubes AS di Riyadh telah diserang oleh dua drone berdasarkan penilaian awal. Serangan ini menyebabkan kebakaran kecil dan kerusakaan minor pada gedung," demikian bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Saudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News