Pangkalan militer AS di Guam. DOK AFP
Pangkalan militer AS di Guam. DOK AFP

Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia, dari Eropa hingga Asia

Bramcov Stivens Situmeang • 03 Maret 2026 14:39
Ringkasnya gini..
  • Eropa menjadi salah satu kawasan dengan konsentrasi pangkalan militer AS terpadat, terutama di Jerman yang menjadi pusat komando utama.
  • Kawasan Asia-Pasifik menjadi fokus utama strategi pertahanan AS, dengan Jepang dan Korea Selatan sebagai pilar utamanya.
  • Jaringan pangkalan global ini tidak hanya menjadi simbol kekuatan, tetapi juga tantangan besar bagi Washington dalam melindungi aset-asetnya.
Jakarta: Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan markas Angkatan Laut AS di Bahrain. Insiden ini tidak hanya menyoroti kerentanan pertahanan udara Amerika di kawasan, tetapi juga mengingatkan dunia pada jejak militer Paman Sam yang tersebar di berbagai penjuru bumi.
 
Serangan yang berhasil menembus pertahanan markas Armada Kelima tersebut menjadi bukti meski memiliki teknologi canggih, perlindungan atas aset-aset AS di luar negeri tetap menghadapi tantangan berat. Melansir dari laman BBC, Iran menargetkan markas Angkatan Laut AS di Bahrain menyusul serangan balasan yang dilancarkan Teheran. 
 
Video yang beredar memperlihatkan rudal dan drone menghantam sekitar markas Armada Kelima AS tersebut. Meski belum ada laporan korban jiwa, insiden ini menyoroti celah dalam sistem pertahanan udara yang tentu saja mengkhawatirkan Washington dan sekutunya di kawasan.

Mantan Komandan Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Tom Sharpe, menilai Bahrain kemungkinan dipandang Iran sebagai target profil tinggi yang selama ini relatif minim pertahanan udara. Hal ini terbukti dari rekaman yang menunjukkan drone Shahed Iran yang bergerak relatif lambat mampu menerobos pertahanan.
 
Sementara itu, serangan terbaru di Kuwait berlangsung lebih mematikan. Berdasarkan informasi dari laman CNN, serangan terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat, menghantam tepat di tengah bangunan yang dijadikan pusat operasi taktis.
 
Diketahui serangan datang dengan cepat dan tanpa peringatan atau sirine untuk mengevakuasi personel. Beberapa jam setelah serangan, api masih membara di sejumlah bagian bangunan.
 
Bagian dalam pusat operasi darurat itu hangus menghitam, sementara dinding-dindingnya meledak ke luar akibat ledakan. Citra satelit yang diambil Minggu pagi menunjukkan sebuah gedung di pelabuhan terbakar dengan kepulan asap hitam membubung ke langit.
 
Komando Pusat AS Amerika Serikat mengumumkan enam personel tewas dalam serangan tersebut, dengan 18 personel lainnya mengalami luka-luka serius. Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, mengonfirmasi serangan tersebut mengenai pusat operasi taktis yang telah diperkuat.
 
Para prajurit yang gugur tergabung dalam Komando Dukungan Teater ke-1, markas independen yang berbasis di Fort Knox, Kentucky. Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menyebut para personel yang gugur sebagai yang terbaik yang ditawarkan bangsa ini dan teladan sejati dari pengabdian tanpa pamrih.
 
“Belasungkawa kami yang terdalam dan tulus adalah untuk keluarga mereka, teman-teman mereka, dan unit mereka. Kami berduka bersamamu dan kami tidak akan pernah melupakanmu,” kata Caine.
 
Rentetan serangan di Bahrain dan Kuwait ini membuktikan betapa rentannya aset-aset militer AS yang tersebar di seluruh dunia, sekaligus mengajak kita untuk mengenal lebih jauh jejak pangkalan militer Amerika dari Jerman hingga Korea Selatan.
   

Pangkalan Militer AS di Eropa

Dilansir dari laman military.com, eropa menjadi salah satu kawasan dengan konsentrasi pangkalan militer AS terpadat, terutama di Jerman yang menjadi pusat komando utama. Di negara tersebut, terdapat sejumlah instalasi penting seperti US Army Garrison Ansbach, US Army Garrison Bavaria, US Army Garrison Stuttgart, dan US Army Garrison Wiesbaden.
 
Jerman juga menjadi markas bagi dua pangkalan angkatan udara strategis, yaitu Ramstein Air Base dan Spangdahlem Air Base. Italia juga menjadi tuan rumah bagi beberapa pangkalan penting, antara lain Camp Darby, US Army Garrison Italy, Naval Air Station Sigonella, Naval Support Activity Naples, serta Aviano Air Base.
 
Sedangkan, di Inggris, AS menempatkan aset militernya di sejumlah basis seperti RAF Lakenheath, RAF Mildenhall, serta RAF Alconbury dan RAF Molesworth. Spanyol menyediakan pangkalan angkatan laut di Naval Station Rota dan pangkalan udara di Moron Air Base.
 
Yunani menjadi markas bagi US Naval Support Activity Souda Bay, sementara Turki memiliki Incirlik Air Base, Izmir Air Station dan Team DoD Turkey yang sangat strategis.

Pangkalan Militer AS di Asia-Pasifik

Kawasan Asia-Pasifik menjadi fokus utama strategi pertahanan AS, dengan Jepang dan Korea Selatan sebagai pilar utamanya. Di Jepang, Angkatan Darat AS memiliki Camp Zama dan Torii Station. Angkatan Laut mengoperasikan Commander Fleet Activities Sasebo dan Yokosuka serta Naval Air Facility Atsugi.
 
Korps Marinir berkantor di Camp S. D. Butler dan Marine Corps Air Station Iwakuni, sementara Angkatan Udara menguasai Kadena Air Base, Misawa Air Base, dan Yokota Air Base. Di Korea Selatan, kekuatan AS terkonsentrasi di sejumlah pangkalan darat seperti US Army Garrison Daegu, Humphreys, Red Cloud/Casey, dan Yongsan.
 
Angkatan Laut hadir melalui Commander Fleet Activities Chinhae, sedangkan Angkatan Udara mengoperasikan Kunsan Air Base dan Osan Air Base. Tak ketinggalan, di Pulau Guam, AS memiliki pangkalan udara strategis yakni Andersen Air Force Base.

Pangkalan Militer AS di Timur Tengah dan Kawasan Strategis Lainnya

Di kawasan Teluk yang tengah memanas, Bahrain menjadi markas bagi Naval Support Activity Bahrain, rumah bagi Armada Kelima AS yang baru saja menjadi target serangan Iran. Tak jauh dari sana, di Turki, AS masih mempertahankan Incirlik Air Base yang kerap digunakan untuk operasi di Timur Tengah.
 
Di kawasan strategis lainnya, AS juga mempertahankan kehadiran militernya. Di Kuba, terdapat Naval Station Guantanamo Bay yang kontroversial. Di Singapura, AS memiliki Navy Region Singapore sebagai titik dukung logistik penting. Sementara di lokasi terpencil di Samudra Hindia, Navy Support Facility Diego Garcia di Inggris berfungsi sebagai pangkalan militer vital untuk proyeksi kekuatan AS ke kawasan Timur Tengah dan Asia.
 
Untuk informasi lebih lengkapnya mengenai daftar pangkalan militer, Sobat Medcom dapat mengaksesnya melalui link berikut: www.military.com. Dari Bahrain yang baru saja diguncang serangan, hingga pangkalan-pangkalan raksasa di Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan daratan Amerika sendiri, jejak militer AS benar-benar membentang luas.
 
Jaringan pangkalan global ini tidak hanya menjadi simbol kekuatan, tetapi juga tantangan besar bagi Washington dalam melindungi aset-asetnya di tengah ketegangan geopolitik yang kian memanas. Itulah informasi mengenai daftar pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di seluruh dunia. Semoga menambah wawasan kamu ya!

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan