Seorang polisi berpatroli di kota Baghdad, Irak pada malam hari, 18 Februari 2021. (Mohammed SAWAF / AFP)
Seorang polisi berpatroli di kota Baghdad, Irak pada malam hari, 18 Februari 2021. (Mohammed SAWAF / AFP)

Serangan Bom Lukai 10 Peziarah Syiah di Baghdad

Internasional konflik irak irak isis serangan bom
Willy Haryono • 09 Maret 2021 15:10
Baghdad: Setidaknya 10 orang terluka dalam serangan yang ditujukan kepada peziarah Syiah di Baghdad, Irak pada Senin, 8 Maret. Serangan terjadi setelah Paus Fransiskus menyelesaikan kunjungan historisnya selama empat hari di Irak.
 
"Seorang individu tak dikenal melemparkan granat ke sekelompok orang yang sedang berjalan kaki di area Al-Kadhimiya di Baghdad untuk memperingati kematian Imam Musa Al-Kadhim," ucap seorang kapten polisi kepada Anadolu Agency.
 
Serangan terjadi beberapa jam usai Kementerian Dalam Negeri Irak mengklaim telah berhasil menggagalkan serangan bom bunuh diri yang ditujukan kepada peziarah Syiah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejauh ini otoritas Irak belum berkomentar mengenai serangan terbaru di Baghdad, dan belum ada satu pihak pun yang mengklaim bertanggung jawab atas pelemparan granat tersebut.
 
Di setiap tanggal 25 bilan Rajab dalam kalender Islam, puluhan ribu peziarah Syiah memperingati kematian Imam al-Kadhim, imam ketujuh berdasarkan kepercayaan komunitas Syiah.
 
Baca:  Paus Fransiskus Temui Ulama Syiah Ternama di Irak
 
Jumlah peziarah Syiah di Al-Kadhimiya diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Rabu mendatang. Otoritas Irak mengerahkan pasukan gabungan kepolisian dan militer untuk mengantisipasi terjadinya serangan di momen puncak tersebut.
 
Ritual peziarah Syiah meliputi acara berjalan kaki dari beberapa area di Baghdad menuju Al-Kadhimiya di wilayah utara ibu kota. Di sana, berdiri sebuah tempat ritual terkait Imam Al-Kadhimi.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, aksi kekerasan kerap terjadi saat berlangsungnya acara keagamaan Syiah. Sebagian besar dari aksi kekerasan tersebut adalah bom bunuh diri.
 
Pada Juni 2014, kelompok Islamic State (ISIS) menguasai Mosul, Salahuddin, dan Anbar serta beberapa bagian Diyala dan Kirkuk. Semua wilayah jajahan itu berhasil direbut kembali pasukan Irak dengan didukung koalisi Amerika Serikat pada akhir 2017.
 
Meski sudah dikalahkan, sejumlah sel ISIS masih beroperasi di beberapa wilayah Irak hingga saat ini.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif