Presiden Iran Ebrahim Raisi saat berbicara di gedung parlemen di Teheran, 1 Desember 2021. (ATTA KENARE / AFP)
Presiden Iran Ebrahim Raisi saat berbicara di gedung parlemen di Teheran, 1 Desember 2021. (ATTA KENARE / AFP)

Mengaku Serius Jalani Dialog Nuklir, Iran Minta AS Cabut Sanksi

Willy Haryono • 12 Desember 2021 09:58
Teheran: Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan bahwa pihaknya serius dalam menjalani dialog perjanjian nuklir di Wina. Namun di waktu bersamaan, ia juga meminta Amerika Serikat untuk menunjukkan keseriusan, salah satunya dengan mencabut sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Teheran.
 
"Fakta bahwa kami menghadirkan dokumen proposal Iran kepada pihak-pihak terkait menunjukkan bahwa kami serius dalam dialog ini," tuturn Raisi, dilansir dari laman Arutz Sheva, Minggu, 12 Desember 2021.
 
"Dan jika kubu seberang juga serius untuk mencabut sanksi, maka kita semua akan mencapai sebuah perjanjian yang baik," sambungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iran secara berkala mengurangi komitmen mereka terhadap perjanjian nuklir 2015 -- Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Hal itu dilakukan Iran usai AS di bawah pemerintahan Donald Trump menarik diri dari JCPOA pada Mei 2018.
 
Dialog nuklir terbaru di Wina bertujuan menghidupkan kembali perjanjian tersebut. Dialog pada Kamis kemarin berlangsung hanya satu jam, namun seorang utusan Rusia mengatakan bahwa pertemuan tersebut berlangsung produktif.
 
Baca:  Iran Dinilai Tidak Serius untuk Hidupkan Kembali Perjanjian Nuklir 2015
 
Sabtu kemarin, negosiator Iran mengatakan bahwa beberapa isu seputar JCPOA masih belum dapat diselesaikan dalam dialog Wina.
 
"Beberapa poin perbedaan masih tetap ada, yang membutuhkan adanya pembuatan kebijakan di level tinggi. Hal inilah yang masih diperdebatkan," tutur Ali Bagheri Kani, salah satu negosiator Iran.
 
Iran berulang kali meminta AS untuk mencabut sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Teheran. Selain itu, Iran juga menginginkan adanya jaminan AS tidak akan pernah lagi mundur dari JCPOA.
 
Sementara itu di Washington, AS mengaku lebih memilih jalur diplomasi terkait isu nuklir Iran. Namun jika dialog di Wina gagal, AS memiliki beberapa opsi lain.
 
"Presiden (Joe Biden) telah meminta adanya opsi lain jika diplomasi berakhir gagal," tutur juru bicara Gedung Putih Jen Psaki.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif