WNI yang dipulangkan ke Tanah Air oleh KJRI Jeddah. Foto: Dok.KJRI Jeddah
WNI yang dipulangkan ke Tanah Air oleh KJRI Jeddah. Foto: Dok.KJRI Jeddah

Aniaya Dua WNI, KJRI Jeddah Polisikan Majikan

Internasional arab saudi wni disiksa
Fajar Nugraha • 17 September 2020 05:59

 
SRsempat mengalami gangguan penglihatan selama beberapa hari akibat perlakuan biadab majikan. Namun, dia berangsur-angsur pulih setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. SR bekerja di rumah yang bersebelahan dengan tempat kerja SKK. SKK bekerja di rumah orangtua majikan SR.
 
Melihat SR tergeletak tak sadarkan diri saat kejadian itu, SKK panik dan bergegas lari untuk menolongnya sambil menagis karena tak tega. Spontan SKK menelepon suami SR dan merekam dengan video kejadian nahas tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketahuan menolong SR dan mengambil video, SKK ikut dihajar oleh majikan SR. “Ambilsendaldia, mukul aku. Tapi ditangkis ibunya dan adiknya. Kurang puas dia mukul lagi. Dianendangkena di sini (perut) dan pukul di sini (muka)," tutur perempuan asal Pemalang Jawa Tengah itu.
 
SR dan SKK akhirnya dibawa Tim Yanlin ke KJRI Jeddah. SKK dipulangkan ke Tanah Air Kamis 16 September 2020 setelah memaafkan majikan dan menerima hak-haknya. Sementara itu, SR ditampung di shelter KJRI Jeddah sambil menunggu penyelesaian kasusnya dan pemenuhan hak-haknya.

Diberangkatkan secarailegal


Baik SR maupun SKK diberangkatkan ke Arab Saudi secara ilegal. Keduanya diberangkatkan dengan visa ziarah pribadi(ziarah syakhsiyah) untuk menetap dan bekerja di Arab Saudi sebagai asisten rumah tangga.
 
“Berangkat dengan cara ini cukup berisiko dan menyulitkan kami dari sisi pelindungan. Sebab, tidak dilengkapi dengan dokumen semestinya, seperti perjanjian kerja (PK) yang bisa dijadikan dasar penuntutan jika terjadi wanprestasi dari pihak majikan," ujar Konjen Eko Hartono.
 
Selain itu, imbuh Konjen Eko, masyarakat seharusnya sudah maklum bahwa pemerintah sejak tahun 2011 telah menghentikan pengiriman PMI untuk bekerja di sektor domestik. Kebijakan ini diperkuat dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 260 Tahun 2015, tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perorangan di Negara-negara Kawasan Timur Tengah.
 
(FJR)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif