Jakarta: Seorang perwira tinggi Angkatan Darat Lebanon berpangkat brigadir jenderal dilaporkan tewas bersama sopirnya akibat serangan udara militer Israel di wilayah selatan Lebanon pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Insiden ini terjadi di tengah situasi gencatan senjata yang semakin rapuh di kawasan perbatasan.
Militer Lebanon melalui pernyataan resmi di platform X menyebut serangan tersebut menyasar sebuah kendaraan militer yang tengah melintas di ruas Khardali-Nabatieh.
Sementara itu, laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) merinci kendaraan roda empat ditumpangi sang perwira dihantam rudal di jalur Khardali-Jarmaq, wilayah Nabatieh.
Hingga kini, militer Lebanon belum merinci jumlah total personel yang menjadi korban dalam serangan tersebut. Namun, tewasnya seorang perwira tinggi dinilai menjadi pukulan bagi militer Lebanon yang saat ini berupaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan selatan.
Di sisi lain, militer Israel dilaporkan masih melanjutkan operasi udara di sejumlah wilayah Lebanon meski kesepakatan gencatan senjata secara teknis masih berlaku.
Sejumlah diplomat internasional juga terus berupaya mempertahankan kesepakatan tersebut guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas dan menghindari gagalnya upaya perdamaian.
Data dari otoritas Lebanon menunjukkan dampak kemanusiaan yang besar sejak konflik pecah pada 2 Maret. Lebih dari 3.550 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 10.800 lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan Israel di wilayah Lebanon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di