Asap dari serangan Israel di Baalbek, Lebanon. (AFP).
Asap dari serangan Israel di Baalbek, Lebanon. (AFP).

Konflik Memanas, Uni Eropa Desak Israel Stop Eskalasi Serangan di Lebanon

Arif Wicaksono • 03 Juni 2026 14:03
Ringkasnya gini..
  • Uni Eropa (UE) menyerukan agar Israel segera menghentikan peningkatan operasi militernya di Lebanon.
  • El Anouni juga menekankan bahwa masyarakat Lebanon dan Israel sama-sama berhak hidup dalam kondisi aman, damai, dan bermartabat tanpa dibayangi ancaman kekerasan .
Brussels: Uni Eropa (UE) menyerukan agar Israel segera menghentikan peningkatan operasi militernya di Lebanon serta menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah negara tersebut di tengah memburuknya situasi keamanan di kawasan.
 
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Anouar El Anouni, dalam konferensi pers pada Senin, 1 Juni 2026. Menurutnya, UE terus mendorong berbagai upaya diplomatik yang saat ini berlangsung guna mencari solusi jangka panjang bagi stabilitas dan keamanan di Lebanon maupun Israel.
 
Baca juga: Tren Stagflasi Bayangi Kebijakan Moneter Eropa 

"Kami mendukung keterlibatan berkelanjutan dalam proses diplomatik yang bertujuan menciptakan jalan menuju perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan bagi kedua pihak," ujar El Anouni.
 
Ia menegaskan masyarakat Lebanon telah menanggung dampak kemanusiaan yang sangat besar akibat konflik yang berkepanjangan. Menurutnya, warga sipil di Lebanon tidak menghendaki perang dan tidak seharusnya menjadi korban dari konflik yang terus berulang.

El Anouni juga menekankan bahwa masyarakat Lebanon dan Israel sama-sama berhak hidup dalam kondisi aman, damai, dan bermartabat tanpa dibayangi ancaman kekerasan maupun eskalasi militer.
 
Dalam kesempatan yang sama, ia menanggapi pertanyaan terkait masa depan mandat Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) yang dijadwalkan berakhir pada penghujung 2026. Ketika ditanya apakah Uni Eropa berencana mengambil peran yang lebih besar dalam pengaturan keamanan di wilayah Lebanon selatan, El Anouni mengatakan bahwa blok tersebut tengah mengevaluasi kemungkinan pembentukan misi baru.
 
Misi tersebut, kata dia, ditujukan untuk membantu pemerintah Lebanon memperkuat kontrol negara dan meningkatkan stabilitas keamanan di wilayahnya.
 
Sementara itu, berdasarkan data dari Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon, serangan yang berlangsung sejak 2 Maret telah menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar. Lebih dari 3.400 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 10.200 lainnya mengalami luka-luka akibat konflik yang terus berlanjut.
 
Perkembangan tersebut menambah kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi meluasnya ketegangan di kawasan Timur Tengah jika tidak segera ditemukan solusi politik dan diplomatik yang efektif.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan