Pasukan Israel menyerbu pelayat pemakaman Shireen Abu Akleh di Yerusalem, Jumat, 13 Mei 2022. (AFP / Ahmed Gharabli)
Pasukan Israel menyerbu pelayat pemakaman Shireen Abu Akleh di Yerusalem, Jumat, 13 Mei 2022. (AFP / Ahmed Gharabli)

RS Yerusalem Tuntut Polisi Israel atas Serbuan Pemakaman Shireen Abu Akleh

Medcom • 18 Mei 2022 11:37
Yerusalem: Rumah Sakit Santo Yosef di Yerusalem mengumumkan rencana menuntut kepolisian Israel atas penyerbuan ke sejumlah gedung utamanya dan mengintimidasi pelayat saat pemakaman jurnalis Palestina dari media Al-Jazeera, Shireen Abu Akleh pada Jumat pekan kemarin.
 
"Pasukan Israel bersikeras memukul dan menggunakan kekerasan terhadap orang-orang damai yang tidak berbahaya bagi mereka, melanggar semua hukum kemanusiaan," kata Jamil Koussa, direktur rumah sakit tersebut, dikutip dari The New Arab, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Pihak rumah sakit tengah mengumpulkan dokumen dan foto sebagai barang bukti mengenai serangan Israel terhadap para pelayat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di hari itu, puluhan polisi Israel memukul dan menembakkan peluru karet ke arah pelayat Palestina saat mereka turut serta dalam pemakaman Shireen, yang beberapa hari sebelumnya tewas terkena peluru tentara Israel saat meliput bentrokan di Jenin, Tepi Barat.
 
Israel belum mengaku bertanggung jawab atas kematian Shireen, dan malah menyerukan penyelidikan gabungan dengan Palestina.
 
Ribuan rakyat Palestina ikut serta dalam pemakaman Shireen pekan lalu. Mereka datang dari berbagai tempat, termasuk Jenin, Nablus, dan Ramallah.
 
Jenazah Shireen tiba di kampung halamannya, Yerusalem, pada Kamis, 12 Mei, dan kemudian dimakamkan satu hari setelahnya.
 
Namun, menjelang dimulainya pemakaman, polisi Israel memanggil Tony Abu Akleh, saudara Shireen, dan memintanya untuk tidak mengibarkan bendera atau spanduk Palestina yang berkonotasi anti Israel. 
 
"Saya mengatakan kepada (polisi Israel) bahwa saya tidak bisa mengontrol massa yang berpartisipasi dalam pemakaman karena ini patriotisme di mana warga Palestina dari semua sekte politik dan agama akan berpartisipasi," sebut Tony Abu Akleh.
 
Ketika para pelayat keluar dari rumah sakit dengan membawa peti mati Shireen, puluhan polisi Israel menyerbu halaman rumah sakit dan menembakkan granat setrum (stun grenade) sambil menyerang para pelayat secara fisik.
 
Rakyat setempat membagikan sejumlah video dan foto melalui media sosial. Semuanya menyoroti "penggunaan kekerasan berat terhadap pengusung jenazah, yang mengakibatkan beberapa dari mereka terluka."
 
Koussa, direktur rumah sakit, menjelaskan bahwa sebagian besar luka disebabkan peluru karet yang mengenai wajah dan mata.
 
"(Rumah sakit) akan bekerja keras untuk meminta pertanggungjawaban polisi Israel dan menjatuhkan hukuman secepat mungkin sehingga mereka berhenti melanggar hukum di masa depan," ucapnya.
 
Baca:  Peringatan Hari Nakba, Ratusan Orang Kecam Pembunuhan Jurnalis Palestina
 
Bahaa al-Khatib, seorang pemuda dari Yerusalem, berada di antara pelayat yang terluka akibat peluru karet polisi Israel. Meski begitu, dirinya bersikeras untuk tetap di prosesi pemakaman hingga mencapai tujuan akhir, kuburan Shireen.
 
"Tujuan utama serangan terhadap kami bukan untuk mencegah pemakaman Shireen, tetapi untuk mencegah kami membawa bendera Palestina. 
 
"Itu adalah pengumuman kami kepada dunia bahwa masyarakat Palestina akan terus membawa identitas nasional kami, tidak peduli bagaimana Israel mencoba untuk menghilangkannya.
 
"Kehadiran begitu banyak partisipan di pemakaman Shireen merupakan pesan yang jelas bahwa Israel suatu hari akan berakhir dan orang-orang Palestina belum dan tidak akan menyerahkan kampung halaman, tanah, serta hak-hak nasional, keagamaan dan kemanusiaan mereka," jelasnya.
 
Al-Khatib menyerukan agar masyarakat internasional "memberlakukan isolasi politik, keamanan dan ekonomi pada Israel … karena (Israel) adalah sebuah negara yang tidak mengakui hukum dan juga tidak mengakui manusia." (Kaylina Ivani)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif