Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. Foto: AFP
Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. Foto: AFP

Turki Resmi Pindahkan Pengadilan Jamal Khashoggi ke Arab Saudi

Fajar Nugraha • 07 April 2022 17:31
Ankara: Pengadilan Turki telah mengonfirmasi pemindahan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi ke Arab Saudi. Ini menjadi sebuah langkah yang keluarga dan kelompok haknya peringatkan dapat menyebabkan kasus pembunuhan itu ditutup-tutupi.
 
Sebuah pengadilan Turki pada Kamis 7 April 2022 menangguhkan persidangan in absentia dari 26 warga Arab Saudi yang dituduh membunuh Jamal Khashoggi. Jurnalis yang tewas dikenal sebagai pengkritik keras keluarga Kerajaan Arab Saudi, utamanya Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.
 
Khashoggi yang berdomisili di Amerika Serikat dan berperan sebagai kolumnis Washington Post, dibunuh di konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pekan lalu, Jaksa Turki menyerukan transfer ke otoritas Saudi, memicu kecaman luas dari kelompok hak asasi manusia dan keluarga Kashoggi.
 
Kritikus telah memperingatkan bahwa menyerahkan kasus ini ke Arab Saudi akan mengarah pada penutupan pembunuhan, karena kasus tersebut telah menimbulkan kecurigaan pada Pangeran Mohammed bin Salman.
 
Masih belum jelas apakah Arab Saudi, yang telah mengadili beberapa terdakwa, akan membuka kasus baru.
 
Kelompok hak asasi telah menyuarakan keprihatinan atas sistem peradilan Arab Saudi.
 
"Dengan mengalihkan kasus pembunuhan yang dilakukan di wilayahnya, Turki akan dengan sadar dan rela mengirim kasus itu kembali ke tangan mereka yang memikul tanggung jawabnya," kata Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard, seperti dikutip AFP, Kamis 7 April 2022.
 
"Memang, sistem Saudi telah berulang kali gagal bekerja sama dengan jaksa Turki dan jelas bahwa keadilan tidak dapat diberikan oleh pengadilan Saudi."
 
Human Rights Watch (HRW) juga menyuarakan keprihatinan Amnesty.
 
“Mengingat kurangnya independensi peradilan di Arab Saudi, peran pemerintah Arab Saudi dalam pembunuhan Khashoggi, upaya masa lalunya untuk menghalangi keadilan dan sistem peradilan pidana yang gagal memenuhi standar dasar keadilan. Sudah pasti peluang pengadilan yang adil untuk Kasus Khashoggi di Arab Saudi hampir nol,” ucap HRW.
 
Langkah ini juga secara luas dilihat sebagai langkah politik, karena kemungkinan akan membantu Turki -yang telah berjuang dengan penurunan ekonomi-memperbaiki hubungannya dengan Arab Saudi dan sekutunya di wilayah tersebut.

Persidangan secara in absentia

Para pejabat Turki menuduh bahwa Khashoggi dibunuh dan kemudian dipotong-potong dengan gergaji tulang di dalam konsulat oleh tim agen Saudi yang dikirim ke Istanbul.
 
Mayatnya pun hingga saat ini belum ditemukan.
 
Pada 2020, Turki mulai menuntut para terdakwa secara in absentia setelah Arab Saudi menolak permintaan ekstradisi mereka. Para terdakwa termasuk dua mantan pembantu pangeran.
 
Arab Saudi mengadili beberapa terdakwa secara tertutup. Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun kepada lima pejabat tingkat menengah dan pengeksekusi.
 
Pengadilan Riyadh pada awalnya memerintahkan hukuman mati, tetapi putra Khashoggi mengatakan dia memaafkan para terdakwa. Maaf itu  yang menyebabkan hakim mengurangi hukuman para pelaku.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif