Bendera Arab Saudi. (AFP)
Bendera Arab Saudi. (AFP)

Tertunda 6 Pekan, Arab Saudi dan Iran Lanjutkan Dialog Penurunan Ketegangan

Internasional konflik yaman arab saudi Irak Iran Pemberontak Houthi
Willy Haryono • 23 April 2022 21:00
Baghdad: Putaran kelima dialog penurunan ketegangan antara Arab Saudi dan Iran berlanjut di Baghdad, Irak, setelah tertunda selama lebih enam pekan. Kabar disampaikan sebuah kantor berita terafiliasi badan keamanan Iran pada Sabtu, 23 April 2022.
 
Dialog maraton antar dua tetangga di Timur Tengah itu telah berlangsung sejak April tahun lalu. Namun dialog itu "ditangguhkan sementara" oleh Iran pada 13 Maret tanpa menyebutkan alasannya.
 
Penangguhan dilakukan beberapa hari usai Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein berkata dalam sebuah forum diplomatik di Turki bahwa dialog putaran kelima antara Arab Saudi dan Iran akan dilakukan di Baghdad.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nour News, media yang dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Agung Iran (SNSC), menuliskan via Twitter bahwa dialog antar perwakilan Riyadh dan Teheran sudah berlanjut dalam sebuah "atmosfer positif" di ibu kota Irak.
 
Disebutkan bahwa kelanjutan dialog ini "meningkatkan harapan" bagi kedua negara dalam "mengambil sebuah langkah" menuju restorasi hubungan diplomatik. Kedua negara memutus hubungan setelah misi diplomatik Saudi di Iran diserang sekelompok demonstran atas eksekusi seorang ulama Syiah.
 
Baca: Arab Saudi Usir Tiga Kapal Iran
 
Masih dari laporan Nour News, dikutip dari Anadolu Agency, pertemuan antar menlu Saudi dan Iran akan berlangsung "dalam wakttu dekat," menyiratkan akan adanya terobosan dalam hubungan kedua negara.
 
Sejauh ini belum ada konfirmasi langsung dari pemerintah Arab Saudi dan Iran terkait laporan pertemuan di Baghdad.
 
Walau penyebab terputusnya hubungan diplomatik kedua negara adalah serangan demonstran di tahun 2016, isu utama yang masih belum dapat diselesaikan adalah seputar perbedaan pandangan terkait konflik Yaman.
 
Sebelumnya pada bulan ini, Iran menyambut baik gencatan senjata yang dimediasi PBB antara pemberontak Houthi dan koalisi Saudi. Iran berharap gencatan senjata itu dapat berujung pada solusi permanen konflik Yaman yang telah berlangsung selama delapan tahun.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif