Serangan udara Israel yang terbaru diarahkan ke wilayah Gaza, Palestina, Rabu 16 Juni 2021. Foto: AFP
Serangan udara Israel yang terbaru diarahkan ke wilayah Gaza, Palestina, Rabu 16 Juni 2021. Foto: AFP

Israel Lakukan Serangan Udara Baru ke Gaza, Gencatan Senjata Berakhir

Internasional Palestina israel palestina Gaza Israel hamas
Renatha Swasty • 16 Juni 2021 06:33

 
Pada satu titik, beberapa lusin pemuda dan remaja meneriakkan: “Matilah orang Arab!”. Petugas medis Palestina mengatakan, polisi Israel telah melukai lebih dari 30 orang yang memprotes parade tersebut.
 
Di sepanjang perbatasan di dalam Gaza, warga Palestina juga mengadakan unjuk rasa, dengan laporan yang belum dikonfirmasi bahwa seorang penembak jitu Israel menembak satu orang di bagian kaki. Meskipun tidak ada roket yang ditembakkan, gerilyawan memasang alat pembakar ke balon berisi helium yang melayang ke Israel, menyebabkan puluhan kebakaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di Yerusalem, ribuan ultranasionalis Yahudi yang mengibarkan bendera biru dan putih Israel berjalan ke Kota Tua ketika kehadiran polisi yang ketat memblokir jalan untuk mencegah mereka menghadapi warga Palestina.
 
“Kami datang untuk mendukung Israel dan mengatakan bahwa Yerusalem adalah milik kami. Dan itu seharusnya untuk Israel dan bukan orang lain,” ujar seorang warga Israel, Amitai Cohen, seperti dikutip Guardian, Rabu 16 Juni 2021.
 
Beberapa anggota parlemen Israel bergabung dalam pawai ini.
 
Protes dan serangan udara merupakan ujian bagi pemerintah baru Israel, yang dilantik pada Minggu dan dipimpin oleh politisi sayap kanan Naftali Bennett. Tetapi koalisinya mencakup partai-partai dari seluruh spektrum ideologis, termasuk partai Arab.
 
Ini juga akan menjadi ujian bagi Duta Besar AS yang baru untuk Israel, mantan bankir Morgan Stanley, Thomas Nides, yang menjabat sebagai wakil menteri luar negeri di bawah mantan Presiden Barack Obama. Thomas Nides, yang dilantik pada Selasa.
 
Mansour Abbas, yang partai kecilnya adalah faksi Arab pertama yang bergabung dengan koalisi pemerintahan, mengatakan kepada stasiun radio lokal bahwa dia menentang "provokasi", menambahkan bahwa "siapa pun yang telah menyaksikan dan mengikuti parade ini tahu apa tujuannya".
 
Sementara itu, Yair Lapid, Menteri Luar Negeri Israel mengatakan dalam sebuah tweet bahwa para demonstran yang meneriakkan "Matilah orang Arab" adalah "aib bagi rakyat Israel".
 
(REN)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif