Pemberontak Houthi menahan kapal Rwabee yang berbendera Uni Emirat Arab. (AFP/Al-Huthi Group Media Office)
Pemberontak Houthi menahan kapal Rwabee yang berbendera Uni Emirat Arab. (AFP/Al-Huthi Group Media Office)

Ditahan Pemberontak Houthi di Yaman, ABK WNI dalam Keadaan Baik

Marcheilla Ariesta • 12 Januari 2022 19:09
Jakarta: Seorang WNI yang merupakan anak buah kapal (ABK) MV Rwabee ditahan kelompok pemberontak Yaman, Houthi. ABK WNI ini berasal dari Makassar dan diketahui bernama Surya Hidayat.
 
Surya merupakan perwira pelayaran niaga lulusan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar. Agus Salim, sebagai ketua Corps Alumni Bumi Seram (CABM) yang merupakan organisasi resmi alumni PIP Makassar menuturkan, informasi penahanan Surya pertama kali didapat pada 7 Januari lalu.
 
"Pada 8 Januari, mendapat konfirmasi bahwa salah satu kru yang bernama Surya Hidayat ditahan pihak milisi Al Houthi Yaman," kata Agus, Rabu, 12 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 9 Januari, CABM membentuk satgas untuk berkoordinasi dan mengurus kepulangan Surya Hidayat. Mereka juga mengundang istri Surya dalam rapat secara daring.
 
Dalam rapat tersebut, istri Surya mengonfirmasi terkait kondisi terakhir para ABK dipindahkan dari kapal ke penampungan di Yaman. "Sesuai percakapan antara Surya Hidayat dengan istrinya, kondisi seluruh kru dalam keadaan baik dan kebutuhan dasar terpenuhi," lanjut dia.
 
Mereka juga langsung mengumpulkan dokumen milik Surya untuk pelaporan ke Kementerian Luar Negeri dan kementerian terkait lainnya.
 
Baca juga: Seorang ABK WNI Ditahan Kelompok Pemberontak Houthi di Yaman
 
"Rencananya besok (13 Januari) pukul 08.30 saya akan menghadap ke Kantor Direktorat Perlindungan WNI dan Badah Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri untuk berdiskusi dan mendapatkan update terkini," kata Agus kepada Medcom.id.
 
Dalam pernyataannya, Direktur PWNI dan BHI Kemenlu, Judha Nugraha mengatakan, pihaknya melalui perwakilan Indonesia yang berada di Abu Dhabi, Muscat dan Riyadh berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk dapat segera memulangkan Surya.
 
"Yang bersangkutan menginformasikan dalam kondisi sehat dan mendapat perlakuan baik dari pihak Houthi," kata Judha.
 
Ia menambahkan, Surya ditahan bersama dengan 10 ABK dari berbagai negara yang bekerja di kapal tersebut.
 
Awal Januari lalu, Houthi mengklaim telah menyita kapal militer berbendera UEA di Laut Merah. Houthi menuduh kapal itu membawa muatan senjata, namun koalisi pimpinan Arab Saudi bersikeras menyatakan kapal itu membawa pasokan medis.
 
Houthi yang didukung Iran merilis sejumlah foto yang mereka sebut sebagai kendaraan militer dan persenjataan yang dibawa kapal bernama Rwabee yang disita di perairan Laut Merah, atau tepatnya di lepas pantai Yaman.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif