Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. Foto: AFP
Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. Foto: AFP

Tunangan Jurnalis Khashoggi Desak Justin Bieber Batalkan Konser di Arab Saudi

Medcom • 22 November 2021 19:14
Jeddah: Perempuan yang bertunangan dengan jurnalis Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz disebut telah meminta penyanyi tersohor, Justin Bieber untuk membatalkan pertunjukannya pada 5 Desember mendatang di Jeddah, Arab Saudi. 
 
Cengiz, yang merupakan tunangan dari jurnalis terbunuh, Khashoggi mendesak Bieber tidak tampil untuk ‘pembunuh’ Khashoggi. Ia menulis surat terbuka kepada Bieber, yang diterbitkan pada hari Sabtu, 20 November 2021 di The Washington Post.
 
Baca: Pembunuhan Khashoggi: Dilema dan Kalibrasi Biden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khashoggi merupakan warga AS kelahiran Arab Saudi. Ia menulis kolom opini The Washington Post yang kritis terhadap putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Jurnalis berusia 63 tahun tersebut dibunuh oleh tim operasi terkait pangeran di konsulat kerajaan di Istanbul.
 
Dilansir dari The Straits Times, Senin, 22 November 2021, Cengiz menulis kepada Bieber, “mengirim pesan yang kuat kepada dunia bahwa nama dan bakat anda tidak akan digunakan untuk memulihkan reputasi rezim yang membunuh para pengkritiknya”.
 
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden diketahui merilis laporan intelijen AS pada Februari. Laporan tersebut melibatkan Putra Mahkota Saudi dalam pembunuhan Khashoggi pada 2018 di Istanbul, Turki.
 
Namun, mereka tidak memberinya hukuman langsung. Putra mahkota pun membantah  telah terlibat dalam pembunuhan tersebut.
 
“Jangan bernyanyi untuk para pembunuh Jamal yang saya cintai,” tulis Cengiz. “Tolong angkat bicara dan kutuk pembunuhnya, Mohammed bin Salman. Suara anda akan didengar jutaan orang.”
 
Bieber, yang berkebangsaan Kanada, termasuk di antara sekelompok artis yang dijadwalkan tampil saat Arab Saudi menjadi tuan rumah Formula Satu Grand Prix Arab Saudi di Jeddah.
 
“Jika Anda menolak menjadi pion MBS, pesan anda akan keras dan jelas: Saya tidak tampil untuk diktator. Saya memilih keadilan dan kebebasan daripada uang,” kata Cengiz, menggunakan inisial putra mahkota.
 
Baca: Pembunuh Khashoggi Pernah Jalani Latihan Paramiliter di AS.
 
Kelompok hak asasi manusia disebut telah mendesak para pemain untuk berbicara menentang masalah hak asasi manusia di kerajaan.
 
“Arab Saudi memiliki sejarah menggunakan selebriti dan acara internasional besar untuk mengalihkan pengawasan dari pelanggaran yang meluas,” ujar Human Rights Watch (HRW) pada Rabu lalu.
 
Kelompok advokasi pun mendesak para musisi, yang juga termasuk rapper A$AP Rocky, DJ David Guetta, Tiesto, dan Jason Derulo, “untuk berbicara secara terbuka tentang isu-isu hak atau, ketika pencucian reputasi adalah tujuan utama, tidak berpartisipasi”. (Nadia Ayu Soraya)

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif