Kapal tanker B-Ocean. (KBRI Dakar)
Kapal tanker B-Ocean. (KBRI Dakar)

KBRI Dakar Temui 17 ABK WNI yang Selamat dari Pembajakan Kapal

Willy Haryono • 05 Desember 2022 18:30
Dakar: Sebanyak 17 anak buah kapal Warga Negara Indonesia (ABK WNI) bersama dengan dua ABK asal Korea Selatan berhasil diselamatkan dari pembajakan kapal tanker B-Ocean di perairan wilayah Selatan Pantai Gading pada Sabtu, 3 Desember lalu.
 
KBRI Dakar menerima laporan dari Atase Pertahanan KBRI Abuja pada 25 November, bahwa kapal tanker B-Ocean berbendera Kepulauan Marshall yang di dalamnya terdapat 17 ABK WNI dan 2 ABK Korea Selatan hilang kontak di bagian selatan perairan Pantai Gading. 
 
Melalui koordinasi erat dengan Kementerian Luar Negeri RI, Athan KBRI Abuja, KBRI Seoul, Konhor RI di Abidjan dan PT Amas (Agen ABK di Indonesia), diperoleh informasi bahwa B-Ocean yang dimiliki Doorae Shipping South Korea, telah hilang kontak sejak 24 November 2022 akibat pembajakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan keterangan di situs Kemenlu RI, Senin, 5 Desember 2022, para pembajak mengambil seluruh stok minyak B-Ocean serta merusak hampir seluruh peralatan komunikasi yang membuat para ABK sulit terhubung dengan otoritas di darat. Berkat upaya IMO dan adanya Angkatan Laut Italia yang berada pada titik terakhir komunikasi B-Ocean dengan otoritas darat, maka pada 26 November 2022, Angkatan Laut Italia berhasil menemukan kapal tersebut. 
 
Pada Minggu, 27 November 2022, KBRI Dakar menerima informasi bahwa pihak pelabuhan di Abidjan telah mengirim kapal tug boat untuk menarik B-Ocean ke pelabuhan Abidjan, Pantai Gading dan diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua hari. Mendapatkan informasi ini, Dubes Indonesia Dindin Wahyudin langsung menugaskan Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler, Dyah Kuncorowati ke Abidjan untuk bersama Konhor RI Abidjan, Sylla Darboux menemui dan membantu para ABK Indonesia di B-Ocean.
 
Jumat pekan kemarin, 2 Desember 2022, pukul 17.49 waktu setempat, kapal tanker B-Ocean memasuki pelabuhan Abidjan. Namun demikian, KBRI Dakar bersama Kedubes Korea Selatan di Abidjan belum diberikan akses oleh pihak maritim dan Kementerian Perhubungan Pantai Gading untuk menemui para ABK. Berbagai alasan serta ketidakjelasan informasi yang diberikan aparat keamanan setempat membuat sulit untuk bertemu langsung dengan para ABK.
 
Berbagai upaya dilakukan untuk dapat segera menemui para ABK WNI, bahkan upaya pada tataran tinggi KBRI. Dubes Dindin Wahyudin melayangkan surat kepada Kementerian Perhubungan Pantai Gading dan berkomunikasi secara intens dengan Dubes Korea Selatan, Kementerian Perhubungan Pantai Gading dan otortas pelabuhan. Akhirnya pada Sabtu, 3 Desember 2022, pukul 12.30 waktu setempat, PF Protkons KBRI Dakar, Konhor RI Abidjan dan Kedubes Korea Selatan di Abidjan akhirnya diberikan akses untuk naik kapal dan menemui para ABK.
 
Dalam pertemuan antara KBRI Dakar dan kapten kapal asal Korea Selatan dan Chief Officer asal Indonesia serta beberapa ABK WNI, diperoleh informasi bahwa seluruh barang berharga pribadi seperti telepon genggam, laptop dan jam tangan juga dirampas para pembajak. Walau para ABK dalam keadaan sehat fisik, namun secara psikis mereka mengalami trauma dan ingin segera pulang.
 
Untuk meringankan beban psikis tersebut, KBRI Dakar telah memfasilitasi komunikasi telepon antara para ABK WNI dengan keluarga mereka di Indonesia. Selain itu, KBRI Dakar juga telah memberikan bantuan logistik kepada ke-17 ABK WNI.
 
Secara terpisah KBRI Dakar juga menanyakan kepada Inspektur Teknik Maritim, Kementerian Perhubungan Pantai Gading mengenai langkah tindak lanjut yang akan dilakukan, utamanya untuk dapat segera memulangkan para ABK ke tanah air. Diperoleh informasi bahwa saat ini masih sedang dilakukan tahap investigasi yang menimpa Kapal B-Ocean dan selama masa investigasi berlangsung akan dilakukan wawancara dengan seluruh ABK.
 
Otoritas setempat tidak memberikan keterangan mengenai jangka waktu investigasi. Sebagai catatan diketahui bahwa para pembajak berjumlah 7 orang (4 orang kulit putih dan 3 orang kulit hitam) yang terlihal terlatih secara militer dan bahwa kapal B-Ocean juga pernah dibajak di perairan Guinea pada Januari 2022.
 
KBRI Dakar bersama Konhor RI di Abidjan akan terus mengikuti perkembangan ke-17 ABK WNI ini sampai dengan kepulangan mereka ke Tanah Air.
 
Baca:  17 ABK WNI Selamat Usai Kapal Mereka Dibajak di Teluk Guinea
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif