Lokasi ledakan di Jeddah, Arab Saudi saat peringatan Perang Dunia Pertama. Foto: AFP
Lokasi ledakan di Jeddah, Arab Saudi saat peringatan Perang Dunia Pertama. Foto: AFP

KJRI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban dalam Ledakan di Jeddah

Internasional ledakan bom arab saudi wni prancis Kartun Nabi Muhammad
Fajar Nugraha • 12 November 2020 13:37
Jeddah: Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah melaporkan mengenai kondisi ledakan yang terjadi di sebuah pemakaman non-Muslim pada 11 November. KJRI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.
 
“Pada 11 November 2020, telah terjadi ledakan sekita pukul 12.30 waktu Arab Saudi. Ledakan terjadi di sebuah pemakaman non-Muslim di Al Balad, Jeddah,” pernyataan pihak KJRI Jeddah, yang dikutip Medcom.id, Kamis 12 November 2020.
 
“Hingga saat ini, tidak ada WNI yang menjadi korban dalam kejadian tersebut,” tegas pihak KJRI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu pihak KJRI pun mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan terutama di tempat umum dan kerumunan massa, seperti pusat perbelanjaan dan pasar. WNI juga diminta untuk memantau informasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan RI di Arab Saudi.
 
“KJRI Jeddah kembali mengingatkan kepada seluruh WNI untuk tidak menyebarluaskan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau informasi hoaks,” imbuh pihak KJRI.
 
Dalam kondisi darurat, diharapkan WNI bisa menghubungi nomor call center hotline KJRI Jeddah di: +966503609667.
 
Ledakan terjadi saat upacara tahunan untuk memperingati Hari Gencatan Senjata Perang Dunia I. Para diplomat dari Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat menghadiri upacara peringatan di kota pelabuhan Laut Merah itu. Pernyataan bersama dari kedutaan tersebut mengutuk ‘serangan pengecut’ itu.
 
Baca: Bom Meledak di Pemakaman Non-Muslim di Jeddah.
 
Pengeboman tersebut, yang menurut seorang saksi mata menyebabkan salah satu peserta yang panik bersimbah darah, terjadi ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron berusaha meredakan kemarahan Muslim atas kartun yang dicetak oleh majalah satir Charlie Hebdo.
 
“Seorang polisi Yunani yang tinggal di kerajaan itu termasuk di antara mereka yang terluka. Seorang warga negara Inggris juga diduga mengalami luka-luka,” ucap sumber diplomatik Yunani kepada AFP.
 
Televisi pemerintah Al-Ekhbariya menambahkan, seorang polisi Arab Saudi menderita luka ringan. "Dinas keamanan (Saudi) akan meluncurkan penyelidikan atas insiden agresi selama pertemuan sejumlah konsul di Jeddah," sebut laporan Ekhbariya, mengutip gubernur wilayah Mekkah.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif