Melansir laman, The Independent, Sabtu, 28 Februari 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengonfirmasi adanya “operasi tempur besar” pada Sabtu pagi. Situasi tersebut berdampak langsung pada jalur penerbangan internasional yang biasanya melintasi wilayah udara Iran dan Irak.
Wilayah udara ditutup, pesawat dialihkan
Dengan diluncurkannya rudal dari Israel terhadap Iran serta serangan balasan, pesawat yang biasa melintasi kedua negara tersebut terpaksa mengubah rute.Data dari layanan pelacakan Flightradar24 menunjukkan perubahan pola penerbangan drastis. Jika sebelumnya pesawat dari Teluk melintasi Irak timur laut, mulai sekitar pukul 6 pagi GMT penerbangan dialihkan ke arah barat melewati Arab Saudi.
Gangguan ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga wilayah udara dibuka kembali.
Bandara Dubai tangguhkan penerbangan
Dubai International Airport, salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia, turut terdampak. Bandara ini menangguhkan penerbangan di tengah meningkatnya ketegangan. Dalam kondisi normal, sekitar 250.000 penumpang keluar-masuk bandara tersebut setiap hari.“Kami mohon maaf kepada pelanggan yang terkena dampak gangguan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, dan kami membantu mereka dengan pemesanan ulang, pengembalian dana, atau pengaturan perjalanan alternatif. Keselamatan dan keamanan penumpang dan awak kami tetap menjadi prioritas utama kami,”
| Baca juga: AS Diam-diam Kerahkan Armada Perang ke Timur Tengah |
British Airways dan maskapai lain ikut terdampak
Penumpang British Airways, Mike Boreham, mengaku sudah berada di dalam pesawat BA108 dari Dubai ke Heathrow saat pengumuman penutupan wilayah udara disampaikan.“Kami semua sudah naik pesawat,” katanya kepada The Independent.
“Penerbangan ini penuh. Sekitar 10 menit setelah pengumuman ‘boarding selesai’, kami diberitahu bahwa wilayah udara ditutup,”
British Airways membatalkan penerbangan London Heathrow ke Bahrain dan Tel Aviv hingga 3 Maret, serta penerbangan ke Amman pada hari Sabtu.
Qatar Airways, Virgin Atlantic, hingga Wizz Air hentikan layanan
Qatar Airways menangguhkan seluruh penerbangan ke dan dari Doha. Sejumlah penerbangan dari Birmingham, Edinburgh, Manchester, Dublin, dan Heathrow kembali ke titik keberangkatan.Virgin Atlantic membatalkan penerbangan London Heathrow–Dubai sebagai langkah pencegahan.
Maskapai lain seperti Air Canada, Eurowings, Finnair, dan Swiss juga membatalkan rute ke dan dari Dubai.
Sementara itu, Emirates masih beroperasi sebagian besar seperti biasa, namun menghentikan penerbangan ke Baghdad, Beirut, dan Amman.
Wizz Air menangguhkan seluruh penerbangan ke dan dari Israel, Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga 7 Maret.
Sejumlah maskapai internasional termasuk Delta, United, Air France, KLM, Aegean, dan FlyDubai juga menghentikan operasi ke dan dari Tel Aviv.
Perpanjangan rute penerbangan serta kepadatan lalu lintas udara diperkirakan akan menambah gangguan perjalanan global hingga situasi keamanan membaik.
Pemerintah Inggris juga memperbarui saran perjalanan, memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke Israel dan Palestina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News