Presiden Iran Ebrahim Raisi bersumpah akan balas serangan di kuil Syiah./AFP
Presiden Iran Ebrahim Raisi bersumpah akan balas serangan di kuil Syiah./AFP

13 Orang Tewas dalam Serangan Masjid Syiah, Presiden Iran Sumpah Membalas

Marcheilla Ariesta • 27 Oktober 2022 08:05
Shiraz: Serangan di tempat suci Muslim Syiah di Kota Shiraz, Iran, menewaskan 13 orang pada Rabu kemarin. Presiden Ebrahim Raisi mengatakan, penembakan dilakukan oleh militan Muslim Sunni.
 
Pembunuhan jemaah Syiah yang berdoa di Masjid Shah Cheragh di Shiraz meningkatkan ketegangan di negara yang terguncang dari protes berminggu-minggu. Pasukan keamanan bentrok dengan pengunjuk rasa yang menandai 40 hari sejak kematian Mahsa Amini, perempuan 22 tahun yang tewas usai ditahan polisi moral.
 
Menteri Dalam Negeri Ahmad Vahidi mengatakan, banyak orang terluka dalam insiden Shiraz dan jumlah korban tewas bisa bertambah lagi. Dia menyalahkan protes yang melanda Iran karena membuka jalan bagi 'serangan teroris' semacam itu.

Raisi bersumpah, Iran akan menanggapi serangan di rumah ibadah tersebut.
 
"Pengalaman menunjukkan bahwa musuh-musuh Iran, setelah gagal menciptakan perpecahan dalam barisan persatuan bangsa, membalas dendam melalui kekerasan dan teror," katanya, dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 27 Oktober 2022.
 
Baca juga: Iran Salahkan Lembaga HAM yang Berprasangka Pada Negaranya
 
"Kejahatan ini pasti tidak akan terjawab, dan pasukan keamanan dan penegak hukum akan memberikan pelajaran kepada mereka yang merancang dan melakukan serangan itu," lanjut Raisi.
 
Laporan awal mengatakan, tiga pria bersenjata terlibat dalam serangan itu. Kantor berita negara IRNA menggambarkan mereka sebagai 'teroris takfiri' - label yang digunakan oleh pejabat di Iran yang didominasi Muslim Syiah untuk merujuk pada kelompok garis keras, kelompok Islam Sunni bersenjata.
 
Media lokal menyebutkan, pelaku bukan warga negara Iran. Namun, kepala polisi setempat kemudian menangkap seorang pria bersenjata yang melakukan serangan itu, dan sedang diinterogasi. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
 
Kantor berita semi-resmi Tasnim mengatakan penyerang menembak seorang staf di pintu masuk kuil sebelum senapannya macet dan dia dikejar oleh para penjaga.
 
Dia berhasil memperbaiki senjatanya dan menembaki para pengejarnya, sebelum memasuki halaman dan menembak jamaah. Beberapa perempuan dan anak-anak termasuk di antara yang tewas.
 
Serangan itu terjadi pada hari yang sama ketika pasukan keamanan Iran menembaki pelayat yang berkumpul di kota asal Amini, Saqez. "Polisi anti huru hara menembak pelayat yang berkumpul di pemakaman untuk upacara peringatan Mahsa, dan puluhan orang telah ditangkap," pungkas saksi itu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan