Pelabuhan Beirut, Lebanon yang hancur akibat ledakan pada 4 Agustus 2020. Foto: AFP
Pelabuhan Beirut, Lebanon yang hancur akibat ledakan pada 4 Agustus 2020. Foto: AFP

Perjalanan MV Rhosus, Kapal Pembawa Kargo Peledak Beirut

Internasional Ledakan Lebanon
Fajar Nugraha • 07 Agustus 2020 18:07
Beirut: Garis waktu suram muncul dalam penyelidikan yang sedang berlangsung menyusul penguakan misteri MV Rhosus. Kapal ini yang diduga membawa kargo 2.750 ton amonium nitrat ke Beirut, menjelang ledakan gudang dahsyat pada Selasa 4 Agustus 2020.
 
Menurut data IHS Markit AISLive, kapal berbendera Moldova itu sedang dalam perjalanan dari Batumi ke Mozambik, berangkat pada 27 Juli 2013. Saat itu kapal dilaporkan membawa bahan kimia berupa unsur penyubur pupuk dan beberapa bahan peledak. Kapal berhenti di beberapa pelabuhan sepanjang pelayaran.
 
Baca: Bahan Penyebab Ledakan Beirut Berasal dari Kargo Rusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data menurut data historis automatic identification system (AIS), kapal pertama kali berlabuh di Zeytinburnu, Turki, pada 1 Oktober 2013. Kemudian beralih ke pelabuhan di Tuzla, Turki, pelabuhan perbaikan kapal utama, pada 3 Oktober.
 
Kapal kemudian melanjutkan perjalanan pada 16 Oktober, berhenti dan berlabuh di Piraeus, Yunani, pada 21 Oktober, sebelum berangkat pada 14 November dan tiba di Beirut pada 20 November. Di sana, ditahan oleh otoritas pelabuhan.
 
Setelah sengketa hukum dengan pihak berwenang Lebanon, manajer kapal kapal, Interfleet Ship management, diduga meninggalkan Rhosus dan delapan awaknya. Awak itu kemudian menyusut menjadi empat saat yang lain dipulangkan.
 
Selama waktu ini, penyewa, menurut laporan Oktober 2015 di The Arrest News, "kehilangan minat pada kargo". The Arrest News adalah buletin triwulanan yang dirilis oleh situs web shiparrested.com.
 
“Kapal dengan cepat kehabisan gudang, bunker, dan perbekalan,” tambah laporan itu, seperti dikutip dari Safety At Sea (SAS), Jumat 7 Agustus 2020.
 
Pada akhirnya empat awak dilaporkan menetap di atas kapal tanpa gaji, makanan, pemanas, listrik, atau akses komunikasi yang disediakan selama setahun sampai mereka akhirnya dipulangkan.
 
Baca: Imbas Ledakan, Pekerja Pelabuhan Beirut Dihukum Tahanan Rumah.
 
Jika amonium nitrat ternyata tidak disimpan dengan benar di atas kapal, ledakan bisa menghancurkan kapal dan membunuh orang-orang tersebut kapan saja selama mereka bertugas tanpa disengaja.
 
“Karena risiko yang terkait dengan mempertahankan amonium nitrat di atas kapal, otoritas pelabuhan memindahkan kargo ke gudang pelabuhan. Kapal dan kargo tetap sampai saat ini di pelabuhan menunggu pelelangan atau tempat pembuangan yang tepat,” sebut laporan The Arrest News.
 
Setelah diturunkan dari kapal, muatan tersebut rupanya telah disimpan di gudang darat sejak September 2014 tanpa insiden lebih lanjut, hingga laporan mengklaim bahwa keputusan telah dibuat untuk mencegah pencurian dan kemungkinan penyalahgunaan bahan dengan mengelas lubang di gudang. Menurut pelaporan berita Lebanon, LVC International, percikan api dari pekerjaan mengelas inilah yang memicu amonium nitrat dan menyebabkan ledakan.
 
Baca: Amarah Warga Beirut Atas Kelalaian Berujung Ledakan Maut.
 
Menurut data IHS Markit AISLive, Rhosus pertama kali berlabuh di dermaga 14, Dok 4, sebelum bergeser ke dermaga 11, Dok 3, yang berada persis di seberang lokasi ledakan.
 
Pemilik kapal pada saat kapal itu ditahan diketahui sebagai warga negara Rusia, Igor Grechushkin. Hingga saat ini Grechushkin tidak dapat dimintai komentar mengenai MV Rhosus.
 
Ledakan pada 4 Agustus 2020 itu telah menewaskan 145 orang dan melukai 5.000 orang. Gubernur Beirut Marwan Abboud mengatakan, 300.000 warga kehilangan tempat tinggal, dan meninggalkan Lebanon dengan hanya menyimpan biji-bijian selama sebulan.
 
Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab menegaskan akan berupaya keras untuk menangkap orang yang bertanggung jawab.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif