Ratusan Muslim di Palestina menggelar salat gaib pada Minggu, 10 Januari 2021, untuk korban tragedi Sriwijaya Air SJ-182. (Abdillah Onim)
Ratusan Muslim di Palestina menggelar salat gaib pada Minggu, 10 Januari 2021, untuk korban tragedi Sriwijaya Air SJ-182. (Abdillah Onim)

Muslim Palestina Salat Gaib untuk Korban Sriwijaya Air SJ-182

Internasional palestina indonesia-palestina Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air Hilang Kontak Pesawat Sriwijaya Air Sriwijaya Air SJ182
Willy Haryono • 12 Januari 2021 15:45
Gaza: Ratusan Muslim memadati sebuah sekolah di kota Jabalia, Gaza Utara, Palestina. Bukan untuk menanti bantuan dari Indonesia, melainkan secara sukarela hadir untuk mengikuti pelaksanaan salat gaib dan doa bersama untuk korban kecelakaan pesawat maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182.
 
Syeikh DR. Emad Abo Hozaifah menjadi imam dalam salat gaib kali ini. Sebelum memulai salat, DR. Emad mengekspresikan duka mendalam dan napasnya sempat tersendat akibat menahan rasa sedih.
 
"Wahai saudaraku, saat ini kita berkumpul di sini, hati kita benar-benar berduka, merasakan kesedihan yang sangat dalam. Saudara jauh kita, rakyat Indonesia, kini sedang berduka, kami pun rakyat Palestina ikut berduka," ucap DR. Emad, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id dari aktivis asal Indonesia, Abdillah Onim, pada Selasa, 12 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Aktivis Indonesia Koordinasikan Donor Darah di Gaza
 
DR. Emad menceritakan bahwa dirinya pernah datang ke Indonesia, dan begitu terpukau dengan kebaikan masyarakatnya. Ia juga menceritakan bahwa di hati masyarakat Indonesia, Palestina mendapat tempat yang istimewa.
 
"Kita adalah orang-orang yang sangat dimuliakan, diistimewakan. Bila mereka mendengar ada orang Palestina,, maka mereka akan mendatangi dan memeluk kalian wahai saudaraku," tutur DR. Emad kepada para jemaah.
 
"Semoga mereka yang wafat (dalam tragedi Sriwijaya Air SJ-182) Husnul Khotimah," lanjutnya.
 
Selain DR.Emad, Ustazah Huda, seorang guru hafidz Qur’an, juga turut hadir dalam pelaksanaan salat gaib dan doa bersama. Mewakili perempuan Palestina, Ustadzah Huda menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dari semua korban tragedi Sriwijaya Air SJ-182.
 
"Kami sangat merasakan apa yang kalian rasakan. Semoga mereka semua husnul Khotimah," ucap sang ustazah.
 
Omar, seorang guru hafidz Qur’an, juga turut mengucapkan belasungkawa atas tragedi Sriwijaya Air di Indonesia. "Hari ini, kami para guru hafidz Qur’an di Palestina, benar-benar merasakan duka yang dalam, semoga yang gugur adalah Husnul Khotimah," ungkapnya.
 
Acara salat gaib dan doa Bersama ini merupakan bentuk ungkapan duka rakyat Palestina kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ-182. Acara dikoordinir langsung Bang Onim, Pendiri Lembaga Sosial Kemanusiaan Nusantara Palestina Center (NPC), yang saat ini sedang menetap di Jalur Gaza, Palestina.
 
Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
 
Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat itu mengangkut 62 orang, terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif