Acara donor darah yang dikoordinasikan aktivis Indonesia di Jalur Gaza. (Foto: Abdillah Onim)
Acara donor darah yang dikoordinasikan aktivis Indonesia di Jalur Gaza. (Foto: Abdillah Onim)

Aktivis Indonesia Koordinasikan Donor Darah di Gaza

Internasional jalur gaza palestina israel
Willy Haryono • 04 November 2019 13:02
Gaza: Tepatnya 1 November, Israel kembali melakukan serangan serentak di Jalur Gaza yang menewaskan satu warga Palestina dan melukai belasan lainnya.
 
Para korban dievakuasi ke beberapa rumah sakit besar di Gaza, terutama di RS Syifa sebagai pusat rujukan pasien. Kendala utama yang dialami pihak RS Syifa selain terjadi kelangkaan obat-obatan, juga terkendala stok darah untuk pasien yang membutuhkan.
 
Aktivis Indonesia di Palestina, Abdillah Onim -- akrab disapa Ban Onim -- berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan di Gaza dengan maksud memfasilitas dan mendanai proses donor darah gratis. Dana acara donor darah berasal dari para donatur yayasan Nusantara Palestina Center (NPC).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam keterangan tertulis Bang Onim yang diterima Medcom.id, Senin 4 November 2019, acara di Jabalia Medical Center yang dihadiri 150 donor darah berjalan lancar. Salah satu orang yang menyumbangkan darahnya tersebut adalah Bang Onim.
 
Kemenkes Gaza bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh donatur, masyarakat dan pemerintah Indonesia yang hingga kini tetap memberikan dukungan kepada masyarakat Palestina di segala bidang, baik dukungan moril maupun dukungan materil," kata Bang Onim.
 
Seorang warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel yang ditujukan ke sejumlah instalasi milik kelompok Hamas pada awal November. Serangan udara itu diklaim Israel sebagal balasan atas peluncuran roket dari arah Gaza.
 
Seorang sumber keamanan di Gaza mengatakan belasan serangan udara Israel menggempur Gaza sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Israel mengklaim serangan itu berhasil mengenai "sejumlah target Hamas," termasuk situs angkatan laut, kompleks militer dan juga gudang pembuatan senjata.
 
Menurut laporan Kemenkes Gaza, korban tewas diidentifikasi sebagai Ahmed al-Shehri, pemuda 27 tahun. Kemenkes Gaza tidak menyebutkan apakah korban terafiliasi dengan faksi tertentu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif