Prajurit Burkina Faso bersiaga di dekat sebuah kamp militer di Ouagadougou, 24 Januari 2022. (OLYMPIA DE MAISMONT / AFP)
Prajurit Burkina Faso bersiaga di dekat sebuah kamp militer di Ouagadougou, 24 Januari 2022. (OLYMPIA DE MAISMONT / AFP)

Militer Burkina Faso Mengklaim Telah Merebut Kekuasaan

Internasional burkina faso Krisis Burkina Faso Kudeta Burkina Faso
Willy Haryono • 25 Januari 2022 09:32
Ouagadougou: Militer Burkina Faso mengklaim telah menggulingkan Presiden Roch Marc Christian Kabore, menangguhkan konstitusi, menutup perbatasan dan membubarkan parlemen. Pengumuman disampaikan beberapa jam usai sekelompok prajurit menahan Kabore.
 
Dikutip dari DW, Selasa, 25 Januari 2022, klaim perebutan kekuasaan disampaikan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi nasional Burkina Faso. Pernyataan itu juga telah ditandatangani Letnan Kolonel Paul-Henri Sandaogo Damiba.
 
Sebelumnya, muncul laporan bahwa sekelompok tentara Burkina Faso mengepung kantor berita RTB untuk menyampaikan sebuah pesan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masih dalam kesempatan sama, seorang kapten mengaku sebagai perwakilan dari Gerakan Patriotik untuk Perlindungan dan Restorasi Burkina Faso. Ia mengatakan kelompoknya akan menyusun agenda untuk menggelar pemilihan umum baru yang "dapat diterima semua masyarakat."
 
Burkina Faso jatuh ke dalam krisis usai sekelompok prajurit memberontak di sebuah barak di ibu kota Ouagadougou pada hari Minggu kemarin. Satu hari setelahnya, mereka menahan presiden Kabore.
 
Baca: Presiden Burkina Faso Dilaporkan Ditahan Tentara yang Memberontak
 
Melalui sebuah tulisan di Twitter, Kabore sempat menyerukan kepada "mereka yang mengangkat senjata" untuk segera mengakhiri aksi tersebut.
 
"Apa yang terlihat sebagai pemberontakan sederhana di jajaran militer pada 23 Januari ternyata berkembang menjadi kudeta militer terhadap demokrasi kita," kata partai Kabore, Gerakan Rakyat untuk Kemajuan (MPP).
 
Partai Kabore juga mengatakan bahwa sang presiden telah selamat dari sebuah "upaya pembunuhan."
 
Sejauh ini militer Burkina Faso tidak menyebutkan secara spesifik di rumah mana Kabore ditahan. Namun pihak militer mengatakan, pengambilan kekuasaan ini dilakukan "tanpa kekerasan fisik kepada mereka yang ditahan."
 
Seperti di Burkina Faso, Mali juga pernah dilanda krisis serupa. Sepanjang 2020, dua kudeta terjadi di Mali, yang berujung pada berkuasanya sebuah junta militer.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif