Demonstrasi pendukung dari Presiden Roch Kabore. Foto: AFP
Demonstrasi pendukung dari Presiden Roch Kabore. Foto: AFP

Presiden Burkina Faso Dilaporkan Ditahan Tentara yang Memberontak

Marcheilla Ariesta • 24 Januari 2022 20:26
Ouagadougou: Presiden Burkina Faso, Roch Kabore ditahan tentara yang memberontak. Beberapa tentara di negara Afrika Barat itu menuntut pemecatan kepala militer dan lebih banyak sumber daya untuk memerangi militan.
 
Tembakan terdengar semalaman dekat istana presiden dan barak di ibu kota Ouagadougou. Kemarin, pemerintah membantah adanya kudeta militer atau presiden ditahan.
 
"Presiden Kabore ditahan di sebuah kamp militer oleh tentara yang memberontak," lapor media asing, dilansir dari BBC, Senin, 24 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Suara Tembakan Terdengar di Ibu Kota Burkina Faso, Picu Kekhawatiran Kudeta.
 
Sebuah video tampak menunjukkan kendaraan lapis baja yang digunakan oleh kepresidenan penuh lubang peluru. Kendaraan tersebut nampak ditinggalkan begitu saja di jalanan.
 
Layanan internet seluler juga terganggu meskipun internet sambungan tetap dan wi-fi domestik berfungsi. Para tentara juga mengepung markas besar televisi negara dan tidak ada siaran langsung pada hari ini.
 
Wartawan BBC, Simon Gongo mengatakan, saat ini keadaan sudah kembali normal. Tidak ada lagi tembakan yang terdengar, dan orang-orang serta mobil bergerak melintasi kota.
 
"Kerumunan warga berkumpul di depan kediaman pribadi presiden. Mereka ingin tahu apa yang terjadi pada malam hari tadi," lapor Gongo.
 
"Tanpa komentar resmi dari militer atau pemerintah, orang-orang dengan cemas menunggu pernyataan resmi tentang situasi tersebut," lanjut dia.
 
Kemarin, ratusan orang keluar untuk mendukung tentara dan beberapa dari mereka membakar markas partai yang berkuasa. Jam malam telah diberlakukan sejak saat itu.
 
Kedutaan Prancis di ibu kota telah mengeluarkan pernyataan bahwa situasi di sana masih membingungkan. Mereka mengimbau warganya tidak pergi keluar jika tidak perlu.
 
"Sekolah-sekolah Prancis akan tetap ditutup dan dua penerbangan Air France sudah dibatalkan," kata keterangan tersebut.
 
Sementara itu, AFP melaporkan lokasi presiden tidak diketahui. Namun, sumber keamanan mengatakan, ia dan para menteri pemerintahan lainnya berada di barak Sangoule Lamizana di ibu kota.
 
Tidak ada komunikasi dari Presiden Kaboré sendiri sejak Minggu malam. Terakhir, ia mengunggah ke media sosial untuk memberi selamat kepada tim sepak bola nasional atas kemenangan mereka dalam pertandingan Piala Afrika.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif