Kampala: Setidaknya 6 orang, termasuk 3 pelaku bom bunuh diri, tewas dan 33 lainnya terluka dalam dua ledakan di Kampala, Uganda, Selasa, 16 November. Juru bicara Kepolisian Kampala Fred Enanga mengatakan kepada awak media bahwa tiga pelaku meledakkan diri mereka di sebuah pos pemeriksaan Kantor Polisi Sentral dan di kompleks parlemen.
Enanga mengatakan, para korban luka telah dilarikan ke rumah sakit nasional Mulago, sementara unit anti-terorisme berhasil mengejar pelaku keempat.
"Mereka menembak dan melukai pelaku (keempat), dan langsung mengamankan sebuah bom rakitan di rumahnya di Nansana-Katooke," ujar Enanga, dilansir dari Xinhua, Rabu, 17 November 2021.
"Kami masih mencoba mengejar anggota-anggota grup teror lainnya," sambung dia.
Menurut Enanga, dua ledakan di Kampala ini menunjukkan bahwa Uganda masih harus meningkatkan langkah pencegahan aksi terorisme dan ekstremisme domestik. "Saat ini, ancaman bom masih aktif dan tidak dapat diselesaikan sekaligus," ungkapnya.
Baca: Ibu Kota Uganda Dilanda Dua Ledakan Dahsyat
Hingga saat ini belum ada grup yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ganda di Kampala. Namun menurut Enanga, ciri-ciri ledakan dan modus operandi identik dengan Pasukan Demokratik Sekutu (ADF), grup afliasi Islamic State (ISIS) di Afrika tengah.
"Sudah jelas bahwa grup-grup radikal terkait ADF masih ingin melancarkan serangan mematikan dengan bom bunuh diri," tutur Enanga.
Serangan semacam itu, lanjut Enanga, adalah ancaman signifikan karena bom rakitan IED dan juga jaket bom bunuh diri dapat dibuat dengan mudah dari alat-alat rumah tangga.
"Peralatan seperti itu bisa dibeli di pasar, toko, atau supermarket," sebut Enanga.
Dua ledakan di Kampala ini terjadi sekitar tiga pekan usai dua ledakan terpisah, yang diduga dilakukan ADF, menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya di Uganda tengah.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan