Tenaga medis mengumpulkan sampel PCR tes Covid-19 di sebuah laboratorium di kota Gaza pada 7 Desember 2020. (MAHMUD HAMS / AFP)
Tenaga medis mengumpulkan sampel PCR tes Covid-19 di sebuah laboratorium di kota Gaza pada 7 Desember 2020. (MAHMUD HAMS / AFP)

Laboratorium Uji Covid-19 di Gaza Lumpuh Terkena Serangan Israel

Internasional Palestina israel palestina Gaza Israel hamas covid-19 pandemi covid-19
Marcheilla Ariesta • 18 Mei 2021 14:36
Gaza: Serangan udara Israel di Jalur Gaza terus berlanjut hingga Selasa, 18 Mei 2021. Akibat serangan terbaru hari ini, sebuah laboratorium satu-satunya yang merupakan tempat uji Covid-19 di Gaza, tak bisa digunakan.
 
Gempuran terbaru Israel juga merusak sebuah kantor Palang Merah Qatar di Gaza.
 
Tingkat tes positif virus korona di Gaza termasuk yang tertinggi di dunia, yakni 28 persen. Rumah sakit di sana telah dipenuhi pasien.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Warga Gaza, Roba Abu al-Awf (20), mengatakan setiap hari menjadi semakin sulit dengan adanya pandemi dan serangan udara.
 
"Kami tidak melakukan apa-apa selain duduk di rumah. Kematian bisa datang kapan saja, pengeboman itu gila dan tidak pandang bulu," ucapnya, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 18 Mei 2021.
 
Serangan Israel telah merusak jalan-jalan dan infrastruktur penting. Pemadaman listrik juga terjadi.
 
Otoritas kelistrikan memperingatkan bahan bakar yang tersisa hanya cukup untuk menyediakan listrik selama dua hingga tiga hari lagi.
 
Krisis keamanan berisiko memicu bencana kemanusiaan. PBB mengatakan hampir 40 ribu warga Palestina terlantar, dan 2.500 lainnya kehilangan rumah akibat serangan udara Israel.
 
Baca:  Lihat Ada Anak-Anak, Pilot Israel Batalkan Serangan Udara
 
Milisi Palestina telah menembakkan sekitar 3.350 roket ke Israel dalam baku tembak terbesar dalam beberapa tahun. Hamas mengancam akan lebih banyak serangan roket di Tel Aviv jika pemboman daerah pemukiman tidak berhenti.
 
Jet-jet tempur Israel juga menghantam terowongan bawah tanah Hamas yang disebut Metro. Sementara itu, Israel tak hanya mendapat serangan dari Hamas, namun juga pedemo di Lebanon yang protes aksi di Gaza dari perbatasan mereka.
 
Sementara itu, Dewan Keamanan PBB berencana kembali mengadakan pertemuan darurat untuk membahas situasi di Gaza yang semakin memanas. Mereka akan mendesak permusuhan antara Israel dan kelompok Hamas dihentikan.
 
Total 212 orang Palestina telah tewas di Gaza, termasuk sedikitnya 61 anak-anak, dan lebih dari 1.400 lainnya luka-luka. Sementara itu di Israel, 10 orang tewas, termasuk satu anak dengan ratusan lainnya terluka.
 
Serangan di Gaza terus berlanjut. Serangan hari ini menghancurkan satu-satunya laboratorium pengujian Covid-19 di jalur tersebut dan merusak kantor Palang Merah Qatar.

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif