Warga melihat peristiwa kebakaran di Pelabuhan Beirut, Lebanon Kamis 10 September 2020. Foto: AFP
Warga melihat peristiwa kebakaran di Pelabuhan Beirut, Lebanon Kamis 10 September 2020. Foto: AFP

Kebakaran Landa Gudang Beirut, Picu Kekhawatiran Ledakan Baru

Internasional kebakaran Ledakan Lebanon
Fajar Nugraha • 11 September 2020 08:20
Beirut: Sebuah gudang penyimpanan minyak dan ban di pelabuhan Beirut, Lebanon terbakar pada Kamis 10 September 2020. Kejadian ini menumbuhkan ketakutan usai ledakan gudang penyimpanan Agustus lalu.
 
Api meletus di zona bebas bea pelabuhan, menimbulkan asap besar ke atas kota. Sumber militer mengatakan penyebab kobaran api belum jelas.
 
Baca: Sebulan Usai Ledakan Beirut Tanda Kehidupan Terdeteksi di Balik Puing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rekaman televisi menunjukkan petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api di pelabuhan, di mana gudang dan silo biji-bijian beton hancur oleh ledakan 4 Agustus.
 
Helikopter tentara menjatuhkan air saat petugas pemadam kebakaran bertempur di tanah untuk mengendalikan api. Pada malam hari, para pejabat mengatakan, sebagian besar api telah padam. Asap masih mengepul dari puing-puing yang membara tetapi jauh lebih padat.
 
“Yang pasti kami takut, baru sebulan sejak ledakan yang menghancurkan Beirut. Kami melihat hal yang sama terjadi lagi,” ujar seorang warga Beirut, Andre Muarbes, 53 tahun, seperti dikutip Telegraph India, Jumat 11 September 2020.
 
Para pejabat mengatakan, tidak ada yang terluka, tetapi kobaran api telah membuat kondisi tegang di negara yang bergulat dengan krisis ekonomi mendalam itu.
 
Sumber militer mengatakan kebakaran tampaknya bermula ketika minyak goreng terbakar dan menyebar ke gudang ban. Pada satu titik, rekaman siaran langsung televisi menunjukkan api menjilat di dekat tumpukan ban di gudang yang hancur akibat ledakan bulan lalu. Ledakan 4 Agustus itu menewaskan sekitar 190 orang dan melukai 6.000 orang.
 
Baca: Setelah Ledakan Dahsyat, Pelabuhan Beirut Terbakar.
 
Majed Hassanein, 49, membawa istri dan dua anaknya keluar dari ibu kota dengan mobil selama puncak kobaran api.
 
"Saya terpaksa mengeluarkan mereka dari Beirut dari asap dan kebakaran yang terjadi di pelabuhan lagi. Putra saya masih menderita syok akibat ledakan lalu,” kata Hassaein.
 
Sekitar 190 orang tewas dalam ledakan bulan lalu dan sebagian wilayah Beirut dekat pelabuhan hancur. Ledakan itu disebabkan oleh simpanan amonium nitrat yang sangat besar yang telah disimpan di pelabuhan dalam kondisi yang buruk selama bertahun-tahun. Satu bulan kemudian, tujuh orang masih terdaftar sebagai hilang.
 
Ledakan dahsyat itu telah menyebabkan 300.000 orang kehilangan tempat tinggal dan menyebabkan kerusakan langsung senilai USD15 miliar. Sebanyak 50.000 rumah, sembilan rumah sakit besar dan 178 sekolah juga rusak akibat ledakan itu.
 
Setelah bencana tersebut, gelombangan pejabat pemerintah Lebanon mengundurkan diri. Perdana menteri negara yang ditunjuk Mustapha Adib berjanji pada 2 September untuk membentuk 'pemerintahan ahli' untuk mendorong reformasi yang sangat dibutuhkan di negara yang dilanda bencana dan krisis ekonomi.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif