Jenderal Abdel Fattah al-Burhan bebaskan empat menteri sipil. Foto: AFP
Jenderal Abdel Fattah al-Burhan bebaskan empat menteri sipil. Foto: AFP

Militer Sudan Perintahkan Pembebasan Empat Menteri Sipil

Internasional Kudeta Sudan Sudan Pembubaran Pemerintah Sudan Abdel Fattah al-Burhan
Marcheilla Ariesta • 05 November 2021 17:05
Khartoum: Panglima militer Sudan memerintahkan pembebasan empat menteri sipil yang ditahan sejak ia memimpin kudeta militer bulan lalu. Pembebasan dilakukan saat tekanan internasional meningkat untuk memulihkan transisi demokrasi.
 
Langkah Jenderal Abdel Fattah al-Burhan itu dilakukan saat tentara mengatakan, pembentukan pemerintahan baru 'sudah dekat'.
 
Burhan -,pemimpin de facto Sudan sejak penggulingan presiden otokratis Omar al-Bashir 2019,- pekan lalu membubarkan pemerintah, menahan para pemimpin sipil, termasuk Perdana Menteri Abdalla Hamdok, dan menyatakan keadaan darurat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sedang mempertimbangkan semua inisiatif internal dan eksternal untuk melayani kepentingan nasional," kata penasihat media Burhan Taher Abouhaga, dilansir dari AFP, Jumat, 5 November 2021. 
 
"Pembentukan pemerintah sudah dekat," lanjutnya.
 
Beberapa jam kemudian, TV Sudan melaporkan, Burhan telah memerintahkan pembebasan empat pejabat, yakni Hashem Hassabalrasoul, Ali Geddo, Hamza Baloul dan Youssef Adam.
 
Hassabalrasoul adalah menteri telekomunikasi, Geddo mengepalai kementerian perdagangan, Baloul adalah menteri informasi dan Adam memegang portofolio pemuda dan olahraga.
 
Tidak  jelas kapan para menteri akan dibebaskan.
 
Keputusan itu diambil tak lama setelah panggilan telepon antara Burhan dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang secara pribadi meminta panglima militer untuk memulihkan transisi demokrasi.
 
"Sekjen mendorong semua upaya untuk menyelesaikan krisis politik di Sudan dan segera memulihkan tatanan konstitusional dan proses transisi Sudan,” kata pernyataan PBB.
 
Kemudian Kamis, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken juga berbicara dengan Burhan, menyerukan pemulihan segera pemerintah yang dipimpin sipil dan pembebasan semua tokoh politik yang ditahan sejak kudeta.
 
Blinken juga berbicara dengan Hamdok. "Menteri Blinken mengulangi dukungan kuat Amerika Serikat untuk rakyat Sudan yang mencari demokrasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Ned Price.
 
Pada Rabu lalu, Burhan bertemu dengan utusan Uni Afrika untuk Tanduk Afrika Olusegun Obasanjo dan mengatakan bahwa pemerintah teknokrat akan  ditunjuk. 
 
Para diplomat Barat menyerukan pemulihan Hamdok, sementara kekuatan Arab seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mendesak agar transisi yang dipimpin warga sipil dipulihkan.
 
Tut Gatluak, penasihat presiden Sudan Selatan dan kepala delegasi mediasi mengatakan, perintah untuk membebaskan para menteri datang setelah pertemuan terpisah dengan Burhan dan Hamdok, yang masih dalam tahanan rumah yang efektif.
 
"Kami sepakat bahwa para tahanan akan dibebaskan secara berkelompok," kata Gatluak kepada AFP di Khartoum. 
 
"Kami menyerukan agar semua tahanan dibebaskan," lanjutnya.
 
Tokoh-tokoh kunci tetap ditahan, termasuk anggota dewan berdaulat Mohamed al-Fekki, penasihat Hamdok Yasser Arman dan menteri urusan kabinet Khalid Omar Youssef.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif