Logo di markas besar WHO di Jenewa, Swiss. (AFP)
Logo di markas besar WHO di Jenewa, Swiss. (AFP)

WHO Selidiki Penyakit Misterius yang Tewaskan Puluhan Orang di Sudan Selatan

Internasional penyakit menular WHO Sudan Selatan
Willy Haryono • 25 Desember 2021 16:03
Juba: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang menyelidiki sebuah penyakit misterius yang telah menewaskan puluhan orang di Sudan Selatan. Sejauh ini, 97 orang tewas akibat penyakit yang belum teridentifikasi di Fangak, Jonglei.
 
Menurut keterangan Kementerian Kesehatan Sudan Selatan, kematian akibat penyakit misterius ini paling banyak melanda orang lanjut usia dan anak-anak berusia 1 hingga 14 tahun.
 
Dilansir dari Shafaq, Sabtu, 25 Desember 2021, gejala-gejala penyakit misterius ini meliputi batuk, diare, demam, sakit kepala, sakit dada, nyeri sendi, hilang nafsu makanan dan rasa lemas di sekujur tubuh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim WHO yang mengunjungi Fangak telah pergi, namun tidak mengkomunikasikan temuan mereka ke otoritas setempat.
 
Dalam sebuah pernyattaan kepada ABC News, juru bicara WHO cabang Afrika Collins Boakye-Agyemang hanya mengatakan bahwa pihaknya sudah menyelidiki penyakit misterius ini pada November lalu tanpa mengelaborasi lebih lanjut.
 
Menurut media BBC News, WHO sempat mencurigai adanya semacam penyakit kolera karena Fangak sempat dilanda banjir besar. Namun, pemeriksaan sampel ternyata berujung negatif terhadap penyakit yang menular melalui bakteri.
 
Sheila Baya, seorang dosen di University of Juba di Sudan Selatan, mengatakan kepada BBC News bahwa tim ilmuwan WHO mendatangi Fangak dengan helikopter karena akses jalan darat terhalang banjir.
 
Bulan lalu, grup kemanusiaan Doctors Without Borders mengatakan bahwa banjir di Sudan Selatan merupakan "bencana sempurna" bagi lahirnya berbagai jenis wabah penyakit.
 
Baca:  20 Orang Tewas dalam Bencana Banjir di Sudan Selatan
 
"Orang-orang tidak memiliki cukup air bersih, dan tidak ada pengumpulan sampah. Kambing dan anjing yang mati dibiarkan begitu saja di sistem drainase," ujar pernyataan grup tersebut.
 
"Dengan kondisi buruk seperti itu, orang-orang berisiko tinggi terkena penyakit menular seperti diare akut, kolera, dan malaria," pungkasnya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif