Demo kematian Mahsa Amini./AFP
Demo kematian Mahsa Amini./AFP

Kelompok HAM: 448 Orang Tewas dalam Aksi Kekerasan terhadap Unjuk Rasa di Iran

Marcheilla Ariesta • 30 November 2022 21:07
Teheran: Pasukan keamanan Iran telah menewaskan sedikitnya 448 orang dalam tindakan keras terhadap protes yang dimulai pada pertengahan September. Lebih dari setengahnya di wilayah etnis minoritas.
 
Hal ini diungkapkan kelompok Hak Asasi Manusia Iran (IHR) yang berbasis di Norwegia. "Dari 448 orang yang dipastikan tewas, 60 adalah anak-anak berusia di bawah 18 tahun, termasuk sembilan anak perempuan, dan 29 perempuan," kata mereka, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 30 November 2022.
 
Dikatakan 16 orang tewas oleh pasukan keamanan dalam sepekan terakhir saja, 12 di antaranya tewas di daerah berpenduduk Kurdi di mana protes sangat intens.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah korban juga meningkat setelah kematian orang yang terbunuh pada minggu-minggu sebelumnya diverifikasi dan dimasukkan, tambahnya. Jumlah korban yang diungkap hanya mencakup warga yang tewas dalam penumpasan dan bukan anggota pasukan keamanan.
 
Baca juga: Garda Revolusi Sebut Lebih dari 300 Tewas dalam Kerusuhan Iran
 
Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh dari Korps Pengawal Revolusi Islam mengatakan, lebih dari 300 orang telah tewas, pertama kali pihak berwenang mengakui angka seperti itu.
 
Dewan Hak Asasi PBB pekan lalu memilih untuk membentuk misi pencarian fakta tingkat tinggi untuk menyelidiki tindakan keras dalam sebuah langkah yang ditolak keras oleh Iran.
 
"Otoritas Iran tahu betul bahwa jika mereka bekerja sama dengan misi pencarian fakta PBB, skala kejahatan mereka yang lebih luas akan terungkap," kata direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam.
 
"Itulah mengapa non-kooperasi mereka dapat diprediksi," tambahnya.
 
Protes meletus setelah kematian Mahsa Amini, perempuan Kurdi Iran pada 16 September lalu. Ia meninggal usai ditangkap oleh polisi moralitas Teheran.
 
Protes ini menjadi tantangan terbesar bagi rezim sejak revolusi 1979.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif