Untuk restoran dan kafe di Dubai, jam operasional dibatasi hanya hingga pukul 01.00 dini hari. Dubai juga membatasi jumlah pengunjung bioskop, hotel, mal, dan destinasi hiburan lainnya.
Keputusan pembatasan diambil usai pekan kemarin otoritas Dubai meyakini bahwa "situasi saat ini masih dapat dikendalikan." Pernyataan disampaikan saat fasilitas tes dan rumah sakit di UEA mencatat rekor jumlah hasil positif covid-19 selama 17 hari berturut-turut.
Baca: PNS di Uni Emirat Arab Diwajibkan Tes PCR Setiap 7 Hari
"Langkah terbaru ini bertujuan meningkatkan upaya memerangi covid-19, dan melindungi kesehatan dan keamanan semua warga, penghuni, dan pengunjun," ujar pernyataan otoritas Dubai, dilansir dari laman Asharq al-Awsat pada Senin, 1 Februari 2021.
Juli lalu, Dubai menjadi salah satu destinasi perjalanan pertama di dunia yang kembali membuka diri terhadap kedatangan wisatawan domestik maupun internasional.
Saat sektor pariwisata di Dubai dihidupkan kembali, kasus harian covid-19 di kota tersebut perlahan meningkat walau relatif stabil sepanjang musim gugur 2020.
Namun saat malam pergantian tahun, banyak turis asing mendatangi Dubai untuk melihat kemeriahan yang tidak terjadi di berbagai belahan dunia. Banyak dari mereka berpesta tanpa mengenakan masker.
Saat jumlah kasus harian covid-19 di Dubai mendekati 4.000, otoritas setempat memecat kepala agensi kesehatannnya. Dubai kemudian menghentikan hiburan di bar, menyetop prosedur operasi non-esensial, membatasi jumlah pengunjung pernikahan serta pusat kebugaran, dan lain sebagainya.
Kini tes covid-19 diwajibkan bagi semua orang yang menginjakkan kakinya di bandara Dubai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News