Pemimpin ISIS meledakkan diri usai dirinya dikepung pasukan lokal Suriah./AFP
Pemimpin ISIS meledakkan diri usai dirinya dikepung pasukan lokal Suriah./AFP

Pemimpin ISIS Disebut Tewas Karena Ledakkan Diri saat Terkepung

Marcheilla Ariesta • 01 Desember 2022 21:53
Jasem: Pemimpin militan Islamic State (ISIS) Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, yang terbunuh pada pertengahan Oktober di Suriah, meledakkan dirinya setelah dia dan para pembantunya dikepung oleh pasukan lokal di kota Jasem, Suriah.
 
Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan, dia tewas dalam operasi yang dilakukan oleh pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di provinsi Deraa selatan.
 
Provinsi itu berada di bawah kendali tentara Suriah setelah perjanjian rekonsiliasi yang ditengahi Rusia pada 2018 yang memberikan kendali atas Suriah selatan kembali ke Damaskus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Quraishi dan pembantunya telah ditemukan di sebuah tempat persembunyian rahasia di sebuah rumah," kata sumber tersebut, termasuk pejuang SFA, kerabat rekan yang tewas dalam bentrokan dan penduduk Jasem.
 
"Pemimpin dan rekannya meledakkan diri dengan sabuk bunuh diri setelah pejuang kami berhasil menyerbu tempat persembunyian mereka," kata Salem al Horani, warga Jasem dan mantan pejuang yang ikut serta dalam pengepungan tiga rumah tempat ditemukannya sel ISIS.
 
Dilansir dari AFP, Kamis, 1 Desember 2022, FSA telah menerima dukungan dari negara-negara Barat dan Teluk sampai mereka menarik dukungan pada 2018. Tetapi para pejuangnya tetap berada di wilayah tersebut setelah kesepakatan rekonsiliasi.
 
Mereka menyerahkan senjata berat, namun diizinkan untuk menyimpan senjata ringan.
 
ISIS memilih Abu al-Hussein al-Husseini al-Quraishi sebagai pemimpin barunya.  Namun mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang pemimpin baru tersebut.
 
Juru bicara ISIS mengatakan, Quraishi tewas saat 'memerangi musuh Tuhan', tanpa menjelaskan lebih lanjut.
 
ISIS muncul dari kekacauan perang saudara di negara tetangga Irak dan mengambil alih sebagian besar wilayah Irak dan Suriah pada 2014. Mantan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi mendeklarasikan kekhalifahan Islam dari sebuah masjid di kota Mosul, Irak utara tahun itu, dan memproklamasikan dirinya khalifah seluruh umat Islam.
 
Kekuasaan brutal ISIS berakhir di Mosul ketika pasukan Irak dan internasional mengalahkan kelompok itu di sana pada 2017. Ia kemudian kehilangan wilayah terakhirnya di negara tetangga Suriah pada musim semi 2019, tetapi mempertahankan sel-sel tidur di berbagai provinsi.
 
Baca juga: Pemimpin ISIS Tewas dalam Serangan AS di Suriah
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif