Warga Palestina mendukung rekannya di Gaza yang digempur oleh serangan udara Israel. Foto: AFP
Warga Palestina mendukung rekannya di Gaza yang digempur oleh serangan udara Israel. Foto: AFP

Hamas dan Israel Umumkan Gencatan Senjata

Internasional Palestina israel palestina Gaza Israel hamas
Juven Martua Sitompul • 21 Mei 2021 05:49
Gaza: Kelompok pejuang Palestina, Hamas mengumumkan gencatan senjata dengan Israel. Kedua belah pihak akan menghentikan tembakan melintasi perbatasan Jalur Gaza mulai Jumat.
 
Menurut keterangan yang diumumkan melalui media Mesir, gencatan senjata dikonfirmasi oleh Hamas dan kelompok Jihad Islam. Mereka menyebutkan ketentuan ini berlaku mulai Jumat 21 Mei 2021, pukul 2.00 dini hari waktu setempat.
 
Baca: Tiga Usulan Menlu RI ke PBB untuk Atasi Agresi Israel di Palestina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, kabinet keamanannya telah memilih dengan suara bulat untuk mendukung gencatan senjata Gaza. Dukungan gencatan senjata itu disetujui dengan "timbal balik dan tanpa syarat" yang diusulkan oleh Mesir. Namun pihak Israel menambahkan bahwa waktu pelaksanaan belum disepakati.
 
“Gencatan senjata akan saling menguntungkan dan simultan,” ujar Taher Al-Nono, penasihat media untuk pimpinan Hamas, Ismail Haniyeh, seperti dikutip Al-Jazeera, Jumat.
 
"Perlawanan Palestina akan mematuhi perjanjian ini selama Pendudukan (Israel) melakukan hal yang sama," imbuh Taher Al-Nono.
 
Dalam beberapa menit setelah pengumuman, dalam hitungan mundur menuju gencatan senjata, kedua belah pihak masih saling bertukar serangan. Sirene memperingatkan adanya roket yang masuk di komunitas perbatasan Israel, dan seorang reporter Reuters mendengar serangan udara di Gaza. "Seorang pria berusia 50-an terluka ringan dalam serangan langsung di sebuah pabrik Israel," kata petugas medis.
 
Di tengah meningkatnya kekhawatiran global karena pertumpahan darah, Presiden AS Joe Biden mendesak Netanyahu pada Rabu untuk mengupayakan deeskalasi. Sementara Mesir, Qatar dan PBB berusaha untuk menengahi.
 
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi sebelumnya telah memerintahkan dua delegasi keamanan ke Israel dan Wilayah Palestina untuk bekerjasama demi menegakkan gencatan senjata.
 
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Abu Ubaida, juru bicara sayap bersenjata Hamas, mengatakan: "Dengan pertolongan Tuhan, kami dapat mempermalukan musuh, entitasnya yang rapuh, dan tentaranya yang buas."
 
Dia mengancam akan menembakkan roket Hamas yang akan mencapai seluruh Israel jika melanggar gencatan senjata atau menghantam Gaza sebelum jam implementasi.
 
Serangan roket oleh Hamas dan sekutu Jihad Islam telah dilanjutkan setelah jeda delapan jam sebelumnya pada Kamis, ketika Israel mengejar penembakan yang dikatakan bertujuan untuk menghancurkan kemampuan militer faksi dan mencegah mereka dari konfrontasi di masa depan setelah konflik saat ini.
 
Baca: Indonesia akan Desak PBB Buat Mekanisme Setop Kekerasan di Gaza.
 
Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan di Twitter bahwa serangan Gaza telah menghasilkan "keuntungan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya".
 
Berbicara dengan mitranya, Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, Gantz mengatakan pembentukan pertahanan Israel akan "terus bekerja sama dan dalam kerja sama penuh dengan Pentagon dan pemerintah AS untuk menstabilkan kawasan.”
 
Sejak pertempuran dimulai pada 10 Mei, pejabat kesehatan di Gaza mengatakan 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak telah tewas. Sementara lebih dari 1.900 terluka dalam pengboman udara. Israel mengatakan telah menewaskan sedikitnya 160 pejuang di Gaza.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif