Unjuk rasa mengecam kematian Mahsa Amini berlangsung di Athena, Yunani, 24 September 2022. (Louisa GOULIAMAKI / AFP)
Unjuk rasa mengecam kematian Mahsa Amini berlangsung di Athena, Yunani, 24 September 2022. (Louisa GOULIAMAKI / AFP)

Miris! Korban Tewas Demo Mahsa Amini di Iran Melonjak Hingga 75 Orang

Marcheilla Ariesta • 27 September 2022 13:39
Teheran: Korban tewas dalam aksi protes mengecam kematian Mahsa Amini, perempuan Kurdi yang tewas usai ditangkap polisi moral Iran karena dianggap tidak menggunakan hijab dengan benar, bertambah menjadi 75 orang. Angka ini disampaikan Kelompok Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Oslo, Norwegia.
 
"Iran saat ini meningkatkan penangkapan terhadap aktivis dan jurnalis dalam tindakan keras terhadap kerusuhan (unjuk rasa Mahsa Amini)," kata para aktivis, dilansir dari The National News, Selasa, 27 September 2022.
 
Berbeda dari data kelompok HAM Iran di Norwegia, jumlah korban tewas resmi versi otoritas Iran adalah 41 orang, termasuk beberapa anggota pasukan keamanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak demonstrasi mengecam kematian Mahsa Amini meletus pada 17 September, petugas keamanan Iran telah menangkap lebih dari 1.200 orang. Namun hal itu tak menghentikan pengunjuk rasa untuk terus turun ke jalan.
 
Baca:  Rusuh! Polisi Gunakan Gas Air Mata dalam Demo Mahsa Amini di Paris
 
Kerumunan pedemo di Teheran meneriakkan, “matilah diktator”, merujuk pada desakan diakhirinya kekuasaan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang sudah berkuasa selama lebih dari tiga dekade.
 
Kelompok Hak Asasi Manusia Iran mengatakan, setidaknya 75 orang tewas dalam tindakan keras di Iran. Angka ini naik dari hitungan sebelumnya, yakni 57 orang.
 
Komite Perlindungan Jurnalis yang berbasis di Washington, Amerika Serikat (AS), menerima laporan bahwa 20 awak media telah dijebloskan dipenjara sejak protes Mahsa Amini dimulai. Sejumlah aktivis dan pengacara juga ditahan, termasuk tokoh terkemuka kebebasan berbicara Hossein Ronaghi.
 
Penangkapan terhadap para aktivis dan pengunjuk rasa dilakukan di tengah pembatasan akses internet yang ketat oleh Teheran. Sejumlah situs, termasuk Instagram dan WhatsApp, juga diblokir pemerintah Iran dalam upaya mencegah agar detail aksi unjuk rasa Mahsa Amini tidak mencapai dunia luar.
 
"Dengan menargetkan jurnalis di tengah banyak kekerasan usai membatasi akses WhatsApp dan Instagram, otoritas Iran mengirimkan pesan jelas bahwa tidak boleh ada liputan unjuk rasa," ucap kelompok Reporters Without Borders.

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif