Menlu AS Antony Blinken (kanan) dan Menlu Tiongkok Wang Yi menjelang pertemuan mereka di Nusa Dua, Bali, 9 Juli 2022. (Stefani Reynolds / POOL / AFP)
Menlu AS Antony Blinken (kanan) dan Menlu Tiongkok Wang Yi menjelang pertemuan mereka di Nusa Dua, Bali, 9 Juli 2022. (Stefani Reynolds / POOL / AFP)

Menlu AS-Tiongkok Bertemu di Bali, Indikasi Perbaikan Hubungan Kedua Negara?

Harianty • 18 Juli 2022 08:23
Jakarta: Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok adalah dua negara adidaya yang hubungannya selalu memanas, baik dalam bidang perdagangan, geopolitik  atau militer. Namun, keduanya juga selalu berusaha mencari jalan tengah dalam konfrontrasi mereka dari waktu ke waktu, walau kerap kali tidak menunjukkan hasil berarti.
 
Konflik perdagangan AS dan Tiongkok telah memicu Perang Dingin baru. Dua kekuatan utama dunia ini bersaing untuk menentukan siapa di antara kedua negara lebih unggul.  Hampir setiap saat, kedua negara saling melontarkan tuduhan untuk memperlihatkan kekuatan masing-masing.
 
Namun, kedua negara tetap berupaya agar hubungan dapat harmonis, salah satunya dengan melakukan beberapa pertemuan. Pada Sabtu, 9 Juli 2022, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menlu Tiongkok Wang Yi menggelar pertemuan bilateral di Bali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertemuan digelar satu hari usai berakhirnya forum jajaran menlu (FMM) G20. Blinken maupun Wang  dalam pertemuannya sama-sama menekankan pentingnya dialog antar dua raksasa ekonomi dunia.
 
Berdasarkan keterangan tertulis Kemenlu AS, Blinken berkata kepada Wang bahwa dalam hubungan kompleks dan penting antara AS dan Tiongkok, ada banyak hal yang perlu dibicarakan. Ia mengutarakan niatnya untuk menggelar dialog produktif dan konstruktif.
 
Wang pun membalas, "Tiongkok dan AS adalah dua negara besar, jadi merupakan hal penting bagi kedua negara untuk mempertahankan hubungan yang normal."
 
Wang juga menegaskan, AS dan Tiongkok perlu bekerja bersama dalam memastikan hubungan bilateral berjalan ke arah yang benar. Menurutnya, merupakan hal penting untuk tetap berkomitmen terhadap prinsip yang telah disampaikan Presiden Tiongkok Xi Jinping, yaitu "sikap saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan keinginan bekerja sama."
 
Baca:  Tiongkok Tekankan Pentingnya Menjalin Hubungan Normal dengan AS
 
Seperti diketahui, kedua menlu terakhir kali bertemu pada Oktober lalu. Pertemuan kali ini merupakan upaya kedua negara dalam memulihkan hubungan yang merenggang atas berbagai isu, mulai dari pandemi Covid-19, Laut China Selatan, Taiwan,dan dukungan terhadap Rusia.
 
Wang mengatakan bahwa prinsip dasar hubungan Tiongkok-AS untuk keluar dari kesulitan adalah dengan sungguh-sungguh menerapkan konsensus yang dicapai oleh kedua kepala negara. Ia secara komprehensif menguraikan posisinya yang serius dalam masalah Taiwan, menuntut agar pihak AS harus berhati-hati dalam kata-kata dan perbuatannya. Ia juga membantah beberapa pandangan salah AS tentang masalah terkait Xinjiang, terkait Hong Kong, dan maritim.
 
Selama pertemuan tersebut, Blinken memperkenalkan kebijakan AS terhadap Tiongkok, mengatakan bahwa AS tidak berusaha untuk mengubah sistem Tiongkok, tidak menantang posisi penguasa Partai Komunis,  tidak mendukung "kemerdekaan Taiwan" . AS berkomitmen untuk mengelola faktor risiko dalam hubungan bilateral dan terbuka untuk kerjasama dengan Tiongkok.
 
Media Tiongkok memperhatikan bahwa dalam sebulan terakhir, pejabat senior di bidang militer, diplomatik, dan ekonomi Tiongkok dan AS telah sering berinteraksi, yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah Biden menjabat, lima kali sebulan, 3 diantaranya adalah pertemuan tatap muka, dan 2 panggilan video dengan Tiongkok sebagai "yang diundang."
 
Berbicara tentang pertemuan 5 jam dengan Blinken 9 Juli lalu, Wang berbicara kepada media lokal, bahwa pesan inti dari Tiongkok untuk AS adalah bahwa AS harus benar-benar melaksanakan komitmennya dan berhenti melakukan hal-hal buruk.
 
Untuk pertemuan tatap muka langsung, 5 jam adalah waktu yang lama dan sangat jarang dilakukan. Ini mengartikan bahwa selama pertemuan, kedua belah pihak dapat berkomunikasi dengan sangat lengkap tentang berbagai masalah dalam hubungan Tiongkok-AS, yang kondusif untuk menyampaikan informasi satu sama lain dengan jelas.
 
Pertemuan antara Wang Yi dan Blinken telah menarik perhatian luas dari dunia luar.  Salah satunya, Reuters mengatakan para pejabat AS mengatakan menjelang pertemuan bahwa pertemuan itu bertujuan untuk menjaga hubungan AS-Tiongkok yang sulit tetap stabil dan mencegahnya secara tidak sengaja meningkat menjadi konflik.
 
Tiongkok sedang berjuang untuk bersikap inisiatif dalam membentuk hubungan kedua negara. Meskipun belum melihat adanya kemajuan signifikan dalam pertemuan,namun suasana keseluruhan yang relatif "konstruktif" diharapkan dalam mencairkan ketegangan kedua negara.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif