Demonstran membawa poster wajah Aung San Suu Kyi dalam aksi protes menentang kudeta di kota Yangon, Myanmar pada 12 Maret 2021. (STR / AFP)
Demonstran membawa poster wajah Aung San Suu Kyi dalam aksi protes menentang kudeta di kota Yangon, Myanmar pada 12 Maret 2021. (STR / AFP)

Kudeta Myanmar dan Mimpi Negara Federal

Internasional konflik myanmar politik myanmar aung san suu kyi Kudeta Myanmar
Wahyu Dwi Anggoro • 22 Maret 2021 09:59
Yangon: Kudeta yang dilakukan militer terhadap pemerintahan sipil memutarbalikkan kehidupan di Myanmar. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana krisis ini akan berakhir. Myanmar mungkin tidak bisa kembali lagi ke status quo.
 
Semakin lama gerakan anti-kudeta Myanmar semakin meluas. Tuntutan pengunjuk rasa kini bukan hanya pembubaran junta militer semata. Banyak pedemo Myanmar juga menuntut perubahan konstitusi dan mendorong sistem federal.
 
Tuntutan untuk mengubah sistem negara di Myanmar menjadi sistem federal paling gencar disuarakan kelompok etnis minoritas. Mereka memang sudah lama mendambakan otonomi yang lebih luas. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Myanmar pada dasarnya adalah negara multikultural yang terdiri dari ratusan etnis. Meskipun demikian, dunia politik dan militer Myanmar didominasi oleh etnis Bamar. Konflik antara elite pusat dengan kelompok etnis minoritas tidak pernah terselesaikan secara tuntas. Hingga saat ini, ada belasan gerakan bersenjata yang aktif di Myanmar seperti Arakan Army di Negara Bagian Rakhine dan Kachin Independence Army di Negara Bagian Kachin.
 
Tidak lama setelah kudeta terjadi, kelompok etnis minoritas langsung menyatakan penolakannya terhadap junta militer. Namun, mereka tidak serta merta mendukung kubu Aung San Suu Kyi. Baik militer dan Aung San Suu Kyi dianggap sama-sama enggan memberikan otonomi yang lebih luas kepada etnis minoritas.
 
Alhasil, gerakan anti-kudeta di Myanmar terbagi ke dalam beberapa grup. Anggota Partai National League for Democracy (NLD) dan pendukung Aung San Suu Kyi yang berhasil lolos dari kejaran tentara membentuk pemerintahan tandingan bernama Committee Representing Pyidaungsu Hluttaw (CRPH). Sementara itu, sebagian kelompok etnis minoritas bergabung dalam aliansi yang dinamakan General Strike Committee of Nationalities (GSCN).
 
CRPH tentunya sadar peluang mereka menjatuhkan junta militer makin kecil jika gagal merangkul kelompok etnis minoritas. Menteri luar negeri versi CRPH, Zin Mar Aung, mengatakan pihaknya sedang bernegosiasi secara intensif dengan beberapa kelompok etnis minoritas. Dia yakin kesepakatan antara CRPH dengan kelompok etnis minoritas mengenai sistem federal dapat diraih dalam waktu dekat.
 
"Masih ada sedikit rasa saling curiga. Kita terus berupaya Untuk menghapus kecurigaan yang ada dan membangun rasa saling percaya. Perlahan tapi pasti kita mulai menyatukan pikiran," sebut anggota CRPH tersebut pekan lalu.
 
Dukungan kelompok etnis minoritas sudah pasti akan memperkuat posisi CRPH. Kesepakatan tersebut juga akan memaksa junta militer berhitung ulang. Bukan tidak mungkin militer akan semakin keras menggebuk gerakan anti-kudeta. Mereka bisa menggunakan keterlibatan kelompok etnis minoritas sebagai alasan bertindak lebih brutal.
 
Kelompok etnis minoritas yang telah bertahun-tahun berhadapan dengan militer Myanmar mengerti eskalasi dapat terjadi kapan saja. Karen National Union, salah satu kelompok etnis minoritas, mendorong CRPH untuk membentuk pasukan federal yang disiplin dan profesional. Bila pasukan federal benar-benar terbentuk, krisis politik di Myanmar bisa bertransformasi menjadi perang saudara.
 
Baca:  Masyarakat Myanmar Ingin PBB Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian
 
Dua bulan sejak militer mengambil alih kekuasaan, situasi di Myanmar semakin tidak menentu. Ini saatnya komunitas internasional membuktikan komitmennya dan menemukan solusi damai secepatnya. Seperti yang diutarakan Pemerintah Indonesia, mencegah korban harus menjadi prioritas utama. Eskalasi kekerasan akan membuat kondisi di Myanmar makin rumit.

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif