Sebuah helikopter membawa bendera Taiwan di Taipei, 10 Oktober 2021. (Sam Yeh / AFP)
Sebuah helikopter membawa bendera Taiwan di Taipei, 10 Oktober 2021. (Sam Yeh / AFP)

Taiwan Berjuang Masuk Organisasi Internasional

Harianty • 23 Mei 2022 09:34
Taipei: Taiwan sampai sekarang masih berjuang keras agar dapat diundang ke dalam pertemuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tidak hanya itu, Taiwan juga mengharapkan dukungan global agar bisa masuk ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
 
Sampai saat ini, Taiwan masih belum menjadi bagian dari WHO. Taiwan belum dianggap sebagai suatu negara independen, bahkan organisasi internasional hanya mengakui Taiwan sebagai bagian dari Tiongkok.
 
Tentu saja hal ini ditentang keras Taiwan karena mereka mengangap bukan bagian dari Tiongkok, melainkan sebuah negara independen. Masalah kedaulatan ini sampai sekarang belum terselesaikan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pejabat Taiwan mengatakan pulau itu telah ditolak menghadiri pertemuan tahunan Majelis Kesehatan Dunia dalam beberapa tahun terakhir.
 
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Shih-chung Chen, tahun lalu telah meminta Indonesia dan pihak terkait lainnya untuk mendukung penuh partisipasi Taiwan di WHO.
 
Chen menegaskan bahwa Taiwan memiliki pengalaman sukses melawan pandemi Covid-19. Ia menyebutkan kemampuan Taiwan bisa membantu membangun sistem kesehatan global yang lebih tangguh.
 
Namun tampaknya pernyataan Chen ini masih belum dapat mengubah apa pun. Tahun ini pun, Chen kembali mendesak WHO dan pihak terkait untuk mendukung diterimanya Taiwan dalam WHO dan mengizinkan Taiwan untuk berpartisipasi penuh dalam pertemuan, mekanisme, dan kegiatan WHO. 
 
Ia mengungkapkan, untuk mengatasi pandemi, Taiwan terus bekerja sama dengan negara lain dalam penelitian dan pengembangan vaksin dan obat-obatan Covid-19. Taiwan juga menyumbangkan pasokan medis, seperti masker medis dan obat-obatan ke negara-negara yang membutuhkan, menunjukkan bahwa Taiwan bisa membantu dan akan terus membantu.
 
Kantor berita BBC melaporkan, WHO bukan satu-satunya badan global yang mengecualikan atau tidak secara resmi mengakui Taiwan - contoh utama lainnya termasuk Komite Olimpiade Internasional dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.
 
Namun, dari semua kelompok ini, WHO mungkin yang paling penting bagi Taiwan, yang bangga memiliki salah satu sistem perawatan kesehatan terbaik di dunia.
 
Keanggotaan WHO hanya diberikan kepada negara-negara yang menjadi anggota PBB - badan yang tidak mengakui Taiwan - atau yang permohonannya disetujui Majelis Kesehatan Dunia.
 
Oleh karena itu, sampai sekarang pun Taiwan terus mengumpulkan dukungan agar dapat bergabung di PBB. Tahun lalu, Menteri Luar Negeri Taiwan Jaushieh Joseph Wu menyatakan bahwa Taiwan siap memberikan kontribusi kepada masyarakat internasional, dan sekarang saatnya PBB menerima Taiwan.  
 
Menurut Wu, PBB bisa lebih tangguh dengan keberadaan Taiwan, terutama di saat pandemi Covid-19 melanda. Ia menyatakan, di bawah tekanan Republik Rakyat Tiongkok, PBB dan badan-badan terkait terus menggunakan Resolusi 2758 Majelis Umum PBB tahun 1971 sebagai dasar hukum untuk mengecualikan partisipasi Taiwan. 
 
Namun, teks resolusi tersebut hanya membahas tentang keterwakilan Tiongkok di PBB, tidak menyebutkan kedaulatan Tiongkok atas Taiwan, juga tidak memberi wewenang kepada Tiongkok untuk mewakili Taiwan dalam struktur PBB.
 
Baca:  Tiongkok Tegaskan Taiwan Tidak Punya Hak Gabung di PBB
 
Wu menegaskan, mengecualikan rakyat Taiwan dari PBB tidak hanya merusak gagasan multilateralisme, tetapi juga melanggar prinsip-prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan hakiki sebagaimana yang disebutkan dalam tujuan pendirian PBB.
 
PBB sendiri secara resmi belum mengganggap Taiwan adalah sebuah negara, meskipun pulau itu telah memproklamirkan diri sebagai negara merdeka. Hal ini membuat keanggotaan Taiwan di organisasi internasional menjadi lebih sulit.
 
Taiwan juga secara konsisten mengajukan keberatan setiap kali dikeluarkan dari badan global, dengan mengatakan itu tidak adil dan diskriminatif.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif