Seorang warga Palestina di Kompleks Al-Aqsa salat dikelilingi pasukan Israel yang siap menangkap. Foto: AFP
Seorang warga Palestina di Kompleks Al-Aqsa salat dikelilingi pasukan Israel yang siap menangkap. Foto: AFP

Konflik Tiada Akhir Palestina-Israel

Internasional Palestina israel palestina Israel
Marcheilla Ariesta • 10 Mei 2021 08:12
Jakarta: Sepekan hari terakhir, berita internasional dipenuhi berbagai peristiwa. Mulai dari vaksin virus korona (covid-19), meningkatnya angka infeksi covid-19 di Asia Selatan, hingga yang baru-baru ini terjadi, kekerasan terhadap warga Palestina oleh Israel.
 
Kasus yang terakhir tidak pernah berhenti sejak lama dan akan terus berlanjut jika Israel tetap ngotot 'menguasai' wilayah Palestina menjadi milik mereka. Bentrokan kali ini terjadi di wilayah Sheikh Jarrah dan Kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem. 
 
Ketegangan di Sheikh Jarrah dipicu ancaman penggusuran terhadap sejumlah keluarga Palestina. Sementara itu, bentrokan di Kompleks Masjid Al-Aqsa dipicu penyerbuan pasukan Israel terhadap masyarakat Palestina yang baru selesai menunaikan salat Isya dan Tarawih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kawasan Palestina pada masa lalu dikenal sebagai Kanaan, Yudea dan Tanah Suci. Pada tahun 1000-586 Masehi, Palestina adalah negara yang menjadi jajahan Babilonia, Persia, Macedonia dan beberapa kerajaan Yunani. Baru pada tahun 636 Masehi, wilayah ini mulai berada di bawah kekuasaan Islam, berdasarkan buku Sejarah Timur Tengah Jilid 2 karya Isawati.
 
Di era modern, awal konflik Palestina dan Israel terjadi pasca Perang Dunia I. Kala itu, Inggris sebagai pemenang Perang Dunia I memberikan wilayah kepada bangsa Yahudi melalui Deklarasi Balfour (1917). Dari peristiwa ini, bangsa Yahudi menganggap bahwa kawasan Palestina adalah tanah air mereka.
 
Namun, masyarakat Islam Palestina memiliki pendirian tersendiri terkait permasalahan klaim wilayah. Mereka menganggap Inggris memaksakan pendirian negara Yahudi di kawasan Palestina yang bertentangan dengan keinginan mayoritas masyarakat Palestina.
 
Pada 23-29 November 1947 PBB mengadakan sidang terkait permasalahan Palestina. Dari sidang tersebut keluar sebuah resolusi yang berisi pembagian wilayah Palestina bagi Yahudi dan Muslim. Namun, resolusi tersebut ditolak oleh pihak Muslim karena mereka menuntut seluruh wilayah Palestina.
 
Pada tahun 1948, terjadi perang antara masyarakat Muslim dan Yahudi di Palestina. Dalam perang ini, Yahudi-Israel mampu mengalahkan Islam-Palestina dan menggagalkan pendirian negara Palestina.
 
Jika ditilik lebih dalam, perseteruan kedua negara karena perebutan wilayah yang berujung pada masalah agama. Konflik seperti ini akan susah untuk diselesaikan. 
 
Belum lagi, negara yang ditunjuk menjadi penengah, malah berat sebelah. Sedangkan negara yang 'memberikan' Palestina ke Israel malah seperti lepas tangan begitu saja.
 
Kasus yang kali ini terjadi juga menjadi perhatian internasional. Jika Palestina dan Israel tidak berdamai, jangan harap kawasan Timur Tengah akan stabil dan damai juga. Kedua negara ini menjadi salah satu kunci stabilitas di blok itu.
 
Indonesia, sebagai teman sejati Palestina, mengutuk pengusiran enam warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Indonesia juga mengecam kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Masjid Al-Aqsa yang menyebabkan ratusan korban luka.
 
Pengusiran paksa dan kekerasan tersebut dianggap bertentangan dengan berbagai resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) maupun hukum humaniter internasional. Aksi ini tak sesuai dengan Konvensi Jenewa IV 1949.
 
Pemerintah menilai aksi ini berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan. Indonesia mendesak masyarakat internasional mengambil langkah nyata untuk menghentikan pengusiran paksa warga Palestina dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil.
 
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan Indonesia selalu mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina. Pemerintah bakal membantu warga Palestina memperoleh hak sebagai negara dan bangsa yang merdeka dan berdaulat.
 
“Bangsa Indonesia selalu berdiri di belakang perjuangan rakyat Palestina. Prinsip bangsa Indonesia adalah menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ujar Wamenag.
 
Zainut mengajak masyarakat Indonesia terus mendukung rakyat Palestina. Publik diharap terus memanjatkan doa agar Sang Pencipta memberikan pertolongan dan keselamatan kepada mereka.
 
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim menyatakan negara lain harus menekan Israel. Sanksi perlu dijatuhkan setelah Israel menyerang warga Palestina di Masjid Al-Aqsa.
 
Tak hanya Indonesia, negara lain seperti Turki dan Rusia juga meminta kedua negara menahan diri. Turki bahkan terang-terangan menuding Negeri Bintang Daud sebagai biang kerok permasalahan ini.
 
Bahkan PBB mengekspresikan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di sejumlah titik di Yerusalem dalam beberapa pekan terakhir. Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Tor Wennsland mengungkapkan kekhawatiran tersebut.
 
Wennsland meminta pasukan Israel menahan diri, hanya menggunakan kekuatan jika memang tak terhindarkan lagi. Ia juga menyerukan masyarakat Palestina tidak mengambil tindakan provokatif yang dapat memicu ketegangan.
 
Solusi Dua Negara disepakati negara-negara anggota PBB untuk perdamaian di kedua negara dan Amerika Serikat ditunjuk sebagai penengah. Sayangnya, pada pemerintahan Presiden Donald Trump, AS sangat condong ke Israel.
 
Mereka juga mengajukan 'proposal perdamaian' yang lebih menguntungkan Negeri Zionis tersebut. Bahkan mereka megakui Yerusalem yang diperebutkan sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya di sana.
 
Entah bagaimana cara mendamaikan konflik kedua negara ini. Jika tidak ada yang berhasil membantu, bisa saja masalah ini menjadi konflik abadi bagi dunia.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif