Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta Uni Eropa menunda Brexit. (Foto: AFP).
Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta Uni Eropa menunda Brexit. (Foto: AFP).

Uni Eropa Enggan Beri Penundaan Brexit kepada Inggris

Internasional brexit
Fajar Nugraha • 21 Maret 2019 08:09
Brussels: Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan, Uni Eropa (UE) tidak terbuka pada kemungkinan perundingan lebih lanjut mengenai keluarnya Inggris dari blok tersebut. Masih belum ada tanda apakah UE akan memberikan perpanjangan untuk Inggris
 
Setelah 29 Maret, Inggris harus segera memutuskan proses keluar dari Brexit. Tanggal itu merupakan batas akhir perpanjangan yang sebelumnya diberikan oleh Uni Eropa.
 
Baca juga: Inggris akan Secara Resmi Minta Uni Eropa Tunda Brexit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PM Inggris Theresa May diperkirakan akan mengirim surat ke para pemimpin Uni Eropa untuk meminta penundaan Brexit, untuk memberi pemerintahnya dan parlemen Inggris lebih banyak waktu untuk mencari kesepakatan mengenai bagaimana proses ‘perceraian’ itu dilangsungkan.
 
Sejauh ini Parlemen Inggris telah menolak ketentuan-ketentuan yang dicapai para perunding Inggris dan Uni Eropa setelah dua tahun perundingan, dan juga telah mengisyaratkan keberatan bila Inggris harus keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.
 
BBC melaporkan pada 20 Maret, para pejabat di kantor perdana menteri, permohonan yang diajukan May berupa penundaan untuk jangka waktu pendek, bukan untuk jangka waktu panjang.
 
“May perlu menunjukkan rencana yang lebih transparan mengenai Brexit untuk memperoleh izin penundaan keluar, yang harus harus disetujui semua anggota Uni Eropa lain,” ujar Juncker, kepada radio Jerman Deutschlandfunk, yang dikutip dari VOA Indonesia, Kamis, 21 Maret 2019.
 
Sementara PM May sedang mengusahkan diadakannya pemungutan suara baru di parlemen mengenai proposal ketentuan-ketentuan Brexit. Namun Ketua Majelis Rendah John Bercow memutuskan pekan ini, PM tersebut tidak bisa meminta parlemen melakukan pemungutan suara kembali atas proposal yang sudah mereka tolak.
 
Penolakan untuk Inggris
 
Belgia, Prancis dan Spanyol sudah menolak pemberian penundaan kembali bagi Inggris. Tenggat waktu hingga 30 Juni yang diminta oleh PM May sepertinya tidak mendapatkan dukungan banyak pihak di Uni Eropa.
 
Kepala Negosiator Uni Eropa Michel Barnier memperingatkan bahwa perpanjangan waktu yang diminta May, tidak akan diberikan bila tidak ada rencana jelas atau sesuatu yang baru dari Inggris.
 
Beberapa negara anggota UE menyuarakan kekhawatiran bahwa penundaan yang diajukan Inggris tidak akan berarti, bahkan setelah 1.000 hari negosiasi. Kesepakatan yang diajukan May terus mendapatkan penolakan oleh parlemen.
 
Uni Eropa memberikan dua hal penting terkait penundaan ini, pertama bukti bahwa situasi sudah berubah. Kedua ada jaminan penundaan ini tidak akan melemahkan Uni Eropa.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif