Bendera Inggris (atas) dan Uni Eropa. (Foto: AFP/ANDY BUCHANAN)
Bendera Inggris (atas) dan Uni Eropa. (Foto: AFP/ANDY BUCHANAN)

Inggris akan Secara Resmi Minta Uni Eropa Tunda Brexit

Internasional uni eropa brexit
Willy Haryono • 20 Maret 2019 09:39
London: Perdana Menteri Inggris Theresa May berencana menulis sebuah surat resmi kepada Uni Eropa untuk meminta agar Brexit ditunda. Rencana penundaan diakibatkan belum disepakatinya perjanjian Brexit -- berpisahnya Inggris dari keanggotaan UE.
 
Seorang sumber dari kementerian Inggris mengatakan kepada kantor berita BBC bahwa penundaan bisa berlangsung hingga dua tahun ke depan. Namun kantor PM May menegaskan belum ada keputusan apapun mengenai hal tersebut.
 
Sebelumnya, negosiator UE Michel Barnier mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan penundaan Brexit jika Inggris tidak mampu menyodorkan "rencana konkret." UE tidak akan memberi penundaan jika Inggris tidak tahu harus berbuat apa setelahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika Brexit berjalan sesuai rencana tanpa penundaan, seharusnya Inggris akan terlepas dari UE pada 29 Maret mendatang, atau sekitar 9 hari dari sekarang, Rabu 20 Maret 2019.
 
Parlemen Inggris telah dua kali menolak perjanjian Brexit yang susah payah dinegosiasikan PM May dengan UE. PM May tidak menyerah dan masih membuka peluang untuk kembali menggelar pemungutan suara di parlemen untuk kali ketiga.
 
Namun PM May menyebut, jika pun parlemen menyetujui perjanjian Brexit kali ketiga, Inggris masih membutuhkan tambahan waktu untuk mengurus masalah legislatif.
 
Sebelumnya, Jerman menilai kemungkinan terjadinya Brexit tanpa perjanjian apapun semakin besar. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menilai terulangnya penolakan perjanjian Brexit ini membuat pemerintah Inggris seolah "mempertaruhkan nasib warga dan perekonomian negara secara ugal-ugalan."
 
"Saat ini yang bisa saya katakan adalah, jerman sedang mempersiapkan kemungkinan terburuk sebaik mungkin," ungkap Maas.
 
Meski menyayangkan keputusan parlemen House of Commons, dia berharap Inggris nantinya dapat berpisah dari UE tanpa terjadi "kekacauan" apapun.
 
House of Commons menolak perjanjian kedua Brexit dengan suara 391-242. Perjanjian tetap ditolak meski PM May telah mendapatkan beberapa jaminan dari UE mengenai sejumlah elemen krusial Brexit.
 
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menegaskan Brexit bukan perkara hidup mati negaranya. Setelah Brexit berakhir nanti, Dubes Moazzam menilai Inggris masih akan tetap menjadi salah satu negara besar di dunia dengan keunggulan di berbagai bidang.
 
Baca:Brexit Tidak Akan Mengurangi Daya Saing Inggris
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif