Deretan bendera Uni Eropa di Brussels, Belgia, 21 Maret 2019. (Foto: AFP/LUDOVIC MARIN)
Deretan bendera Uni Eropa di Brussels, Belgia, 21 Maret 2019. (Foto: AFP/LUDOVIC MARIN)

Uni Eropa Bersiap Jika Brexit Berakhir Tanpa Perjanjian

Internasional uni eropa brexit
Arpan Rahman • 26 Maret 2019 13:01
Brussels: Uni Eropa mengaku sudah menyelesaikan persiapan menghadapi skenario Brexit yang berakhir tanpa adanya perjanjian apapun. Brexit adalah istilah bagi keluarnya Inggris dari keanggotaan UE.
 
"Karena Inggris sudah semakin pasti akan meninggalkan Uni Eropa tanpa menyepakati perjanjian apapun pada 12 April, Komisi Eropa telah menyelesaikan persiapan (skenario) 'tanpa perjanjian,;" ujar pernyataan resmi Komisi Eropa, seperti dilansir dari laman Washington Post, Senin 25 Maret 2019.
 
Komisi Eropa adalah sebuah institusi di internal UE, yang mengurusi masalah legislatif, implementasi kebijakan, penerapan perjanjian dan aktivitas sehari-hari blok tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


UE menyadari Brexit yang berakhir tanpa perjanjian akan mengganggu aktivitas warga dan dunia bisnis di Inggris. Jika hal tersebut terjadi, maka hubungan UE dengan Inggris akan mengacu pada aturan publik internasional.
 
"Termasuk aturan-aturan dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)," ungkap Komisi Eropa.
 
Dalam skenario Brexit tanpa perjanjian, UE akan menerapkan aturan serta tarif tersendiri di beberapa wilayah yang berbatasan dengan Inggris. Hal ini termasuk pemeriksaan bea cukai sesuai dengan norma-norma UE.
 
Sebelumnya, parlemen Inggris memilih untuk mengambil alih kendali proses Brexit dari Perdana Menteri Theresa May di hari yang sama UE mengeluarkan pengumuman terbaru. Dalam pemungutan suara di House of Commons, 329 suara berbanding 302 sepakat agar parlemen mengambil alih proses Brexit.
 
Menanggapi mengenai kemungkinan Brexit tanpa perjanjian, pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn menyebut pemerintahan PM May tak becus menangani semua ini.
 
"Pendekatan pemerintah telah gagal total dan parlemen sekarang harus menemukan solusi," kata Corbyn.
 
Beberapa hari lalu, ratusan ribu orang turun ke jalanan London untuk berunjuk rasa mendorong digelarnya referendum kedua mengenai Brexit, tiga hari yang lalu. Aksi massa di London pusat ini dinamakan "Put It To The People."
 
Para pengunjuk rasa berjalan di depan gedung Parlemen Inggris dengan membawa bendera UE dan juga sejumlah plakat, salah satunya mendorong agar perjanjian Brexit seharusnya diputuskan oleh masyarakat via referendum.
 
Baca:Ratusan Ribu Orang Serukan Referendum Kedua Brexit
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif