Demonstran mendorong agar warga Inggris dilibatkan dalam perjanjian Brexit. (Foto: AFP/Niklas HALLEN
Demonstran mendorong agar warga Inggris dilibatkan dalam perjanjian Brexit. (Foto: AFP/Niklas HALLEN

Ratusan Ribu Orang Serukan Referendum Kedua Brexit

Internasional uni eropa brexit
Willy Haryono • 24 Maret 2019 08:26
London: Ratusan ribu orang turun ke jalanan London untuk berunjuk rasa mendorong digelarnya referendum kedua mengenai Brexit -- istilah untuk keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa. Demonstrasi pada Sabtu 23 Maret 2019 ini digelar saat Inggris belum menyepakati perjanjian apapun dengan UE saat nanti harus berpisah.
 
Aksi massa di London pusat ini dinamakan "Put It To The People." Penyelenggara acara mengklaim gerakan menuntut referendum kedua Brexit ini diikuti lebih dari satu juta orang.
 
Para pengunjuk rasa berjalan di depan gedung Parlemen Inggris dengan membawa bendera UE dan juga sejumlah plakat, salah satunya mendorong agar perjanjian Brexit seharusnya diputuskan oleh masyarakat via referendum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kamis 22 Maret, para pemimin di UE sepakat menunda perpisahan Inggris dari keanggotaan. Jika mengikuti jadwal semula, Brexit seharusnya terjadi pada 29 Maret mendatang.
 
Perdana Menteri Theresa May berada di bawah tekanan saat mengatakan dirinya mungkin tidak akan bisa menggelar pemungutan suara untuk kali ketiga di Parlemen mengenai Brexit. Dua pemungutan suara sebelumnya di Parlemen Inggris berakhir dengan penolakan terhadap perjanjian Brexit yang sudah dinegosiasikan PM May dengan UE.
 
Sejumlah tokoh menghadiri demonstrasi. Mereka adalah Wakil Pemimpin Partai Buruh Tom Watson, Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon, Wali Kota London Sadiq Khan, anggota parlemen independen Anna Soubry dan mantan jaksa agung Dominic Grieve.
 
Dalam orasi sejumlah tokoh, disampaikan bahwa unjuk rasa ini diikuti lebih dari satu juta orang. Jumlahnya, bila terbukti benar, maka setara dengan aksi serupa bertajuk "Stop the War" pada 2003.
 
Meski jumlah demonstran belum dapat diverifikasi, koresponden BBC Richard Lister yang berada di lokasi mengatakan jalanan London "sangat, sangat padat." Ia mengatakan orang-orang terus berdatangan ke depan gedung parlemen, lima jam usai acara dimulai.
 
"Penyelenggara mengatakan jumlahnya satu juta orang. Klaim tersebut sulit diverifikasi, tapi ini unjuk rasa yang sangat signifikan, mungkin jumlahnya ratusan ribu," sebut Lister.
 
Watson mengatakan kepada kerumunan massa di Parliament Square bahwa perjanjian Brexit versi PM May dan UE adalah kesepakatan yang "buruk."
 
"Saya hanya mau menggunakan suara saya untuk sebuah perjanjian, jika Anda (PM May) juga mengizinkan masyarakat untuk melakukan hal yang sama. Perdana Menteri, Anda telah kehilangan seluruh proses ini. Anda telah membuat negara ini jatuh ke kekacauan. Biarkan masyarakat yang memilih," tegas Watson.
 
Sementara Sturgeon mengatakan, ini adalah "momen maksimal" untuk menghindari skenario tidak adanya perjanjian saat Brexit terjadi.
 
Baca:Petisi Pembatalan Brexit Mendapat 4 Juta Dukungan
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif