Foto udara memperlihatkan Katedral Notre Dame di Paris, Prancis, 14 Juli 2017. (Foto: AFP/JEAN-SEBASTIEN EVRARD)
Foto udara memperlihatkan Katedral Notre Dame di Paris, Prancis, 14 Juli 2017. (Foto: AFP/JEAN-SEBASTIEN EVRARD)

Katedral Notre Dame: Ikon Historis dan 'Jiwa' Prancis

Internasional Kebakaran Notre Dame
Willy Haryono • 16 April 2019 09:55
Paris: Warga Prancis seperti terkena pukulan telak saat Katedral Notre Dame yang berdiri di jantung kota Paris terbakar hebat pada Senin 15 April 2019 malam waktu setempat. Katedral dengan dua menara itu merupakan salah satu Warisan Budaya Dunia UNESCO, yang dikenal banyak orang dari seluruh penjuru dunia.
 
Berusia sekitar 850 tahun, Katedral Notre Dame dikunjungi hampir 14 juta turis dan pemeluk agama Kristen Katolik pada setiap tahunnya. Kebakaran ini merupakan tragedi besar yang membuat ribuan, bahkan jutaan orang bersedih.
 
"Ini adalah sejarah kita, literatur kita, imajinasi kita, tempat di mana kita semua mendapatkan pengalaman luar biasa," ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron usai mengunjungi Katedral Notre Dame.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mari kita bersama-sama membangun kembali Notre Dame," lanjut dia, dikutip dari laman AFP.
 
Katedral Notre Dame merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah Paris sejak pembangunannya dimulai di akhir abad ke-12. Para ahli sejarah secara umum menyebut Katedral Notre Dame dibangun di tahun 1163.
 
Tokoh revolusioner Prancis, Napoleon Bonaparte, menobatkan diri sebagai Kaisar Prancis di Katedral Notre Dame. Lonceng di Katedral Notre Dame pernah dibunyikan pada 24 Agustus 1944, sebagai penanda terbebasnya kota Paris dari jeratan kelompok Nazi di era Perang Dunia II.
 
Dua puluh enam tahun kemudian, Katedral Notre Dame dijadikan lokasi upacara pemakaman Charles de Gaulle, seorang tokoh yang memimpin resistensi Prancis selama perang.
 
Katedral Notre Dame: Ikon Historis dan 'Jiwa' Prancis
Katedral Notre Dame terbakar pada 15 April 2019. (Foto: AFP/Fabien Barrau)
 
Notre Dame di Era Modern
 
Novelis Victor Hugo menjadikan nama Notre Dame dikenal di seluruh dunia lewat novel berjudul The Hunchback of Notre-Dame, yang juga diadaptasi menjadi sebuah film animasi. Saat Katedral Notre Dame sempat terancam dihancurkan karena kondisinya yang memprihatinkan, novel karangan Hugo menjadi semacam penggerak dalam mendorong masyarakat Prancis untuk mempertahankannya.
 
Sebuah menara di Notre Dame dibangun di tahun 1250, dan dihancurkan lima abad setelahnya. Namun di akhir abad ke-19, arsitek Eugene Viollet-le-Duc membangun kembali puncak menara tersebut. Menara baru muncul menjadi bagian dari atap Notre Dame pada 1860.
 
Puncak menara itulah yang roboh dalam kebakaran pada Senin 15 April. Sejumlah pakar menyebut struktur balok Notre Dame adalah harta karun abad pertengahan karena berusia lebih dari 800 tahun.
 
Di era modern, Katedral Note Dame telah menjadi bagian dari kultur Barat, sebagian besarnya karena diadaptasi menjadi beberapa film, termasuk "Hunchback of Notre-Dame" di tahun 1956.
 
Aktor Anthony Quinn menghidupkan karakter Quasimodo ciptaan Victor Hugo. Ia beradu peran dengan sosok Esmeralda, dimainkan oleh aktris Gina Lollobrigida.
 
"Hunchback of Notre-Dame" versi animasi dibuat Walt Disney pada 1996. Dua tahun setelahnya, komedi musikal dengan judul sama dibuat oleh Luc Plamondon.
 
"Katedral itu adalah memori Paris, sebuah kapal yang telah menjelajahi sejarah," tutur ahli sejarah Fabrice d'Almeida kepada saluran televisi France 2.
 
"Jiwa dari negara Prancis mulai menghilang. Jantung kota Paris dan Prancis terluka hari ini," tambah Stephane Bern, seorang jurnalis yang sudah lama memperjuangkan warisan budaya Prancis.
 
Baca:Warga Prancis Menangis dan Berdoa di Dekat Notre Dame
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif