Warga serta turis berdoa, beberapa dari mereka menangis, di dekat Notre Dame yang terbakar di Paris, Prancis, 15 April 2019. (Foto: AFP/ERIC FEFERBERG)
Warga serta turis berdoa, beberapa dari mereka menangis, di dekat Notre Dame yang terbakar di Paris, Prancis, 15 April 2019. (Foto: AFP/ERIC FEFERBERG)

Warga Prancis Menangis dan Berdoa di Dekat Notre Dame

Internasional Kebakaran Notre Dame
Willy Haryono • 16 April 2019 08:54
Paris: Ratusan warga Paris dan juga turis domestik serta internasional berkerumunan di area dekat Katedral Notre Dame yang terbakar pada Senin 15 April 2019 malam waktu setempat. Sebagian dari mereka menangis, dan ada juga beberapa yang berdoa sembari berlutut.
 
Api berkobar begitu hebat sehingga membuat puncak menara Notre Dame roboh. Beruntung, struktur utama katedral berusia 850 tahun itu dinyatakan selamat oleh otoritas setempat.
 
Massa berkumpul di sepanjang jembatan Pont au Change yang menghubungkan Ile de la Cite dengan area Right Bank. Mereka hanya bisa melihat kobaran api dan kepulan asap dari Notre Dame.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain menangis dan berdoa, ada beberapa warga serta turis yang menyanyikan Ave Maria dalam bahasa Latin. Salah satu dari mereka adalah Stephane Seigneurie, 52, yang mengaku sudah tinggal di Paris sejak 25 tahun terakhir.
 
"Saya sering datang ke sini, bahkan saat tidak ada misa, karena saya merasa ini adalah tempat yang luar biasa dan penuh nilai sejarah Prancis," tutur Seigneurie, dilansir dari laman AFP.
 
"Secara politik, intelektual dan juga spiritual, (Notre Dame) ini adalah simbol Prancis," lanjut dia.
 
Jeanny Duffy, 62, yang bertolak dari New York, Amerika Serikat, bersama dua anak perempuan kembarnya, mengaku datang ke Paris untuk melihat keponakannya dalam acara maraton. Dua anak kembar Duffy sempat ingin naik ke menara Notre Dame, namun di menit terakhir memutuskan pergi ke Disneyland Paris.
 
"Kami bersedih, karena kami pun di New York pernah merasakan hal serupa," tutur Duffy, merujuk pada aksi teror di menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001.
 
"Dalam hal budaya, (kebakaran Notre Dame) ini lebih buruk lagi. Ini adalah harta karun dunia. Semua orang tahu Notre Dame," ungkap dia.
 
Banyak orang menangis saat menara Notre Dame roboh sekitar pukul 19.50 waktu Paris. Beberapa dari mereka merekam kejadian itu dengan telepon genggam.
 
"Paris saat ini sudah seperti orang cacat. Paris tidak akan bisa kembali seperti dulu lagi," sebut Philippe, seorang pekerja sektor komunikasi.
 
"Saya adalah warga Paris, ayah saya juga, begitu pun dengan cucu saya. Saya tidak ingin memperlihatkan ini kepada anak saya. Ini adalah sebuah tragedi. Ini saatnya bagi kita semua untuk berdoa," sambungnya.
 
Katedral Notre Dame dikenal dipenuhi benda seni berharga. Wakil Wali Kota Paris Emmanuel Gregoire mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran telah memasuki katedral dan telah menyelamatkan beberapa karya seni.
 
Katederal Katolik abad pertengahan ini merupakan salah bangunan bersejarah yang paling banyak dikunjungi di Eropa. Nama Notre Dame makin terkenal setelah masuk dalam novel karya Victor Hugo, ‘The Hunchback of Notre Dame.'
 
Baca:Pemimpin Dunia Bersedih atas Kebakaran Notre Dame
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif