Jepang dan Rusia Diskusikan Percepatan Perjanjian Damai
Menlu Jepang Taro Kono (kiri) berjalan bersama Menlu Rusia Sergey Lavrov. (Foto: AFP Photo/Nicolas Datiche)
Roma: Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono dan Menlu Rusia Sergey Lavrov bertemu di Roma, Italia, dan mendiskusikan percepatan dialog menuju perjanjian damai. Ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan yang sudah dicapai sebelumnya di Singapura.

Sejak berakhirnya Perang Dunia II, Jepang dan Rusia belum secara resmi menyepakati perjanjian damai. Penghalang utama tercapainya perjanjian damai adalah mengenai status kepulauan sengketa di perbatasan kedua negara.

"Kami mendiskusikan dengan Lavrov mengenai hasil negosiasi di Singapura, terutama soal isu menandatangani perjanjian damai. Kami mengonfirmasi akan mengembangkan diskusi ini ke level menteri luar negeri untuk mempercepat perjanjian damai dengan berpedoman pada Deklarasi 1956," tutur Kono kepada awak media di Italia, seperti dikutip dari kantor berita TASS, Jumat 24 November 2018.


Dalam pertemuan di Singapura pada 14 November, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sepakat mengintensifkan perjanjian damai dengan berpedomn pada Deklarasi 1956.

Setelah PD II, semua Kepulauan Kuril di perbatasan Jepang dan Rusia diklaim Uni Soviet. Namun Jepang menentang kepemilikan Iturup, Kunashir, Shikotan dan beberapa pulau lainnya.

Baca: Pulau Jepang Dekat Perairan Rusia Mendadak Hilang

Tahun 1956, Uni Soviet dan Jepang menandatangani deklarasi gabungan untuk mengakhiri perang. Kedua negara melanjutkan hubungan diplomatik dan lainnya, namun tidak ada perjanjian damai resmi.

Uni Soviet telah berkomitmen dalam deklarasi bahwa siap menyerahkan Shikotan, Habomai dan beberapa pulau kecil lainnya ke Jepang sebagai saat nantinya perjanjian damai ditandatangani.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id