Pulau Jepang Dekat Perairan Rusia Mendadak Hilang
Wilayah perairan Cape Nosappu, Hokkaido, di perbatasan Jepang dan Rusia. (Foto: KAZUHIRO NOGI/AFP/GETTY IMAGES)
Tokyo: Sebuah pulau tak berpenghuni di lepas pantai utara Jepang mendadak lenyap, tanpa ada yang tahu pasti berapa lama itu telah hilang.

Dikutip dari situs berita Newsweek, Sabtu 3 November 2018, jika pulau tersebut dipastikan berada di bawah permukaan air, maka luas wilayah Jepang berpotensi menyusut. Seperti dikabarkan surat kabar Asahi Shimbun, hilangnya pulau ini dapat berimplikasi pada sengketa regional Jepang dengan Rusia atas sederet pulau di antara kedua negara tersebut.

Pulau kecil itu, yang dinamakan Jepang Esanbe Hanakita Kojima, terletak sekitar 502 meter dari pulau Hokkaido di Laut Okhotsk. Tepat di timurnya, Rusia memiliki kepulauan yang disebut Kepulauan Kuril, tetapi disebut Tokyo sebagai Teritori Utara.


Kepulauan itu diduduki pasukan Uni Soviet pada akhir Perang Dunia II, dan tetap berada di dalam kendali Moskow kendati muncul protes dari Jepang agar dikembalikan ke Tokyo. Di samping kepentingan strategis, beberapa pulau di sana adalah lokasi bagi sumber daya alam yang berharga. 

Pulau Iturup yang dikuasai Rusia — atau Etorofu seperti disebut Jepang — menyimpan endapan emas, perak, gas alam, minyak, dan renium.

Esanbe menjadi salah satu dari 158 pulau yang diberi nama oleh pemerintah Jepang pada 2014, dalam upaya meningkatkan jangkauan teritorialnya dan menggarisbawahi sejauh mana luas wilayah Zona Ekonomi Eksklusif. Hukum internasional menyatakan bahwa kepulauan hanya dapat dinamai jika mereka dapat dilihat di atas garis air, termasuk pada saat air pasang.

Jika pulau itu hilang, maka perairan Jepang akan menyusut, meskipun hanya sekitar 488 meter. Ini tentu membuka celah baru sengketa antara perbatasan Jepang dengan Rusia.

Pulau-Pulau Tersembunyi di Jepang

Pulau kecil itu terlihat sudah tidak ada lagi, meski tak seorang pun di desa pesisir Sarufutsu di pulau utama Hokkaido benar-benar memperhatikannya. Hilangnya pulau terungkap setelah pengarang bernama Hiroshi Shimizu tiba di Sarufutsu untuk mengerjakan sebuah buku tentang pulau-pulau "tersembunyi" di Jepang.

Shimizu memberi tahu koperasi perikanan setempat bahwa salah satu pulau yang hendak dikunjunginya telah lenyap. Kapal-kapal koperasi kemudian berangkat memeriksa laporan itu dan tidak menemukan apa pun. Menurut penjaga pantai Jepang, pulau itu terakhir disurvei hanya setinggi 1,3 meter di atas permukaan air pada 1987.

Para nelayan kawakan mengatakan kepada Asahi Shimbun bahwa mereka ingat pulau itu memang ada beberapa dekade lalu. Mereka umumnya menghindari daerah tersebut karena perangkat lunak navigasi merekam pulau itu sebagai karang bawah laut.

Penjaga pantai Jepang saat ini hendak mengunjungi pulau itu untuk menentukan ada atau tidaknya serta memastikan apakah aman dilalui kapal, Harian Guardian dan Asahi Shimbun keduanya mengutip keterangan sejumlah para ahli bahwa Esanbe mungkin perlahan terkikis oleh angin dan es yang melayang di dekatnya setiap musim dingin, dan secara bertahap hilang tanpa ada yang memperhatikan.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id